Penulis : Dimaz Bromo FM Kamis, 10/12/2015 SUKAPURA - Aktivitas Gunung Bromo yang semakin meningkat dan masuk status siaga, tida...
Penulis : Dimaz Bromo FM
Kamis, 10/12/2015
SUKAPURA - Aktivitas Gunung Bromo yang semakin meningkat dan masuk status siaga, tidak menyurutkan warga Suku Tengger untuk tetap beraktivitas, utamanya bagi warga Desa Ngadisari Kecamatan Sukapura yang tidak jauh dari lautan pasir Bromo. Mereka menganggap hal itu sudah menjadi kebiasaan yang dirasakan dari tahun ke tahun.
“Semua perisiwa itu sudah ada yang menentukan. Gunung Bromo ini sudah setiap tahun mengeluarkan asap dari kawah yang mengandung belerang. Sebagai manusia tidak perlu ribut. Warga Tengger menganggap ini sudah biasa, tidak ada yang perlu ditakutkan,” kata Sutomo, Dukun Suku Tengger.
Sutomo yang tinggal di Desa Ngadisari Kecamatan Sukapura ini menuturkan, dirinya dan warganya sangat dekat dengan kawah Bromo, kalau berjalan kaki hanya sekitar 7 menit. Namun, ia meyakini kalau aktivitas Bromo pada level siaga ini, tidak akan terjadi apa-apa, selama berkeyakinan, hidup dan mati itu sudah ada yang menentukan.
“Kita kan bisa lihat kondisi Gunung Bromo saat ini, tidak meletus kan? Tidak menyerang warga Tengger kan? Kalau cuma mengeluarkan asap itu sudah biasa, siklus tahunan lah kata orang menyebut seperti itu,” paparnya.
Sutomo menyebut, hanya manusia saja yang ribut, Gunung Bromo belum pernah meletus. Kejadian yang menurut orang-orang itu parah beberapa tahun lalu. Tapi itu bagi warga Tengger, biasa saja.
“Mau bagaimana lagi, kami sudah hidup disini (Tengger) bertahun-tahun, apapun yang terjadi harus menerima. Bukannya tidak takut dengan yang namanya musibah, semua pasti takut. Tapi, meski Bromo mau meletus misalnya, ya kami tidak bisa berbuat apa. Kuncinya, jangan ribut, semua ada yang melindungi,” tukasnya. (maz/abh)



COMMENTS