Penulis : Dimaz Bromo FM Minggu, 27/12/2015 KRAKSAAN - Memasuki akhir Desember ini perdagangan bebas Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) s...
Penulis : Dimaz Bromo FM
Minggu, 27/12/2015
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Probolinggo Santiyono mengungkapkan, terkait MEA Desember ini, tentu berbagai upaya sudah dilakukan. Tidak hanya memperhatikan kualitas dari produk UMKM, tapi juga kuantitas UMKM. “Persiapan sudah cukup, tentu untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas terutama produk unggulan UMKM,” katanya.
Menurut Santiyono, MEA harus dipandang sebagai terbukanya peluang pasar yang lebih besar. “Harapannya produk lokal tidak hanya bisa bersaing di tingkat lokal. Tapi mampu bersaing dengan produk dari negara tetangga,” ujarnya.
UMKM di Kabupaten Probolinggo sendiri sejak jauh-jauh hari sudah mendapatkan pendampingan dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait agar terus berkembang dan siap menghadapi MEA. “Kami lakukan pembinaan terpadu dengan SKPD terkait. Tujuannya agar produk UMKM bisa bersaing dengan produk dari luar,” jelasnya.
Dengan begitu menurut Santiyono, dalam menghadapi MEA ini juga butuh peran serta masyarakat. “Masyarakat harus cerdas dan lebih mencintai produk kita sendiri. Cinta tanah air dan rasa bangga produk lokal. Saya rasa kalau seperti itu, produk yang dihasilkan UMKM tidak akan kalah. Ini filosofi yang dipakai Mahatma Gandhi,” terangnya.
Bagi Santiyono, dengan rasa cinta tanah air dan bangga terhadap produk dalam negeri nantinya akan berdampak kepada penjualan hasil produk UMKM. “Semurah dan sebaik apapun, kalau rasa nasionalisme tinggi, pasti tidak akan terpengaruh dan tetap memilih produk lokal,” tegasnya.
Namun, para pelaku UMKM sendiri tidak boleh hanya berpangku tangan kepada masyarakat maupun pemerintah. Pelaku UMKM harus tetap berinovasi untuk mengembangkan produknya.“UMKM harus tangguh, jatuh sekali dan harus bangkit. Yang kedua harus inovatif. Yang ketiga, melek IT. Itu pesan dari Ibu Bupati Probolinggo,” pungkasnya. (maz/abh)


COMMENTS