Reporter : Syamsul Akbar Rabu, 16/12/2015 PROBOLINGGO – Tujuan awal program KB adalah untuk membentuk keluarga kecil sesuai denga...
Reporter : Syamsul Akbar
Rabu, 16/12/2015
PROBOLINGGO – Tujuan awal program KB adalah untuk membentuk keluarga kecil sesuai dengan kekuatan sosial ekonomi suatu keluarga dengan cara pengaturan kelahiran anak, agar diperoleh suatu keluarga bahagia dan sejahtera yang dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. KB juga bertujuan sebagai pengaturan kelahiran, pendewasaan usia perkawinan, peningkatan ketahanan dan kesejahteraan keluarga
Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Kabupaten Probolinggo dr Endang Astuti saat membuka kegiatan pemantapan bagi Kader Bina Keluarga Balita (BKB) Dasar dan Paripurna serta Pusat Informasi Konseling (PIK) Remaja/Mahasiswa Tegar Model di Hotel Tampiarto Probolinggo, Senin (14/12).
“Pembangunan SDM harus dimulai sejak dini, bahkan sejak janin di dalam kandungan. Dimana pada saat itu proses pertumbuhan dan perkembangan manusia sudah berlangsung,” katanya.
Menurut Endang, dalam keseluruhan siklus hidup manusia, masa di bawah lima tahun (balita) disebut “golden periode”. Yakni periode yang paling kritis dalam menentukan kualitas SDM karena pada saat itu proses tumbuh kembang berlangsung sangat cepat.
“Apabila tidak mendapat pengasuhan dan pembinaan tumbuh kembang dengan baik, maka anak akan mengalami gangguan dalam perkembangan emosi, sosial dan kecerdasan,” jelasnya.
Mantan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo ini menegaskan bahwa setelah melewati masa balita dan anak-anak, masa remaja adalah masa yang krusial dalam pembentukan karakter manusia. Karena masa remaja juga mempunyai permasalahan seputar Triad KRR yaitu seksualitas, Napza dan HIV/AIDS serta rendahnya pengetahuan remaja terhadap kesehatan reproduksi dan usia kawin pertama perempuan yang masih muda (kurang dari 21 tahun).
“Demikian juga masih banyak kita jumpai adanya remaja yang terlibat narkoba dan menderita HIV/AIDS, mengalami kehamilan tidak diinginkan dan lain sebagainya. Saya mengharapkan agar pemantapan ini menjadi bekal pengetahuan dan ketrampilan dalam pembentukan karakter manusia yang berkualitas,” pungkasnya.
Pemantapan bagi kader BKB Dasar dan Paripurna serta PIK Remaja/Mahasiswa Tegar Model di Kabupaten Probolinggo ini diikuti oleh 228 orang peserta terdiri dari 168 orang Kader BKB Dasar, 54 orang Kader BKB Paripurna, 4 orang PIK Tegar dan 2 orang Kader BKR Paripurna dan Unggulan. (wan/abh)
Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Kabupaten Probolinggo dr Endang Astuti saat membuka kegiatan pemantapan bagi Kader Bina Keluarga Balita (BKB) Dasar dan Paripurna serta Pusat Informasi Konseling (PIK) Remaja/Mahasiswa Tegar Model di Hotel Tampiarto Probolinggo, Senin (14/12).
“Pembangunan SDM harus dimulai sejak dini, bahkan sejak janin di dalam kandungan. Dimana pada saat itu proses pertumbuhan dan perkembangan manusia sudah berlangsung,” katanya.
Menurut Endang, dalam keseluruhan siklus hidup manusia, masa di bawah lima tahun (balita) disebut “golden periode”. Yakni periode yang paling kritis dalam menentukan kualitas SDM karena pada saat itu proses tumbuh kembang berlangsung sangat cepat.
“Apabila tidak mendapat pengasuhan dan pembinaan tumbuh kembang dengan baik, maka anak akan mengalami gangguan dalam perkembangan emosi, sosial dan kecerdasan,” jelasnya.
Mantan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo ini menegaskan bahwa setelah melewati masa balita dan anak-anak, masa remaja adalah masa yang krusial dalam pembentukan karakter manusia. Karena masa remaja juga mempunyai permasalahan seputar Triad KRR yaitu seksualitas, Napza dan HIV/AIDS serta rendahnya pengetahuan remaja terhadap kesehatan reproduksi dan usia kawin pertama perempuan yang masih muda (kurang dari 21 tahun).
“Demikian juga masih banyak kita jumpai adanya remaja yang terlibat narkoba dan menderita HIV/AIDS, mengalami kehamilan tidak diinginkan dan lain sebagainya. Saya mengharapkan agar pemantapan ini menjadi bekal pengetahuan dan ketrampilan dalam pembentukan karakter manusia yang berkualitas,” pungkasnya.
Pemantapan bagi kader BKB Dasar dan Paripurna serta PIK Remaja/Mahasiswa Tegar Model di Kabupaten Probolinggo ini diikuti oleh 228 orang peserta terdiri dari 168 orang Kader BKB Dasar, 54 orang Kader BKB Paripurna, 4 orang PIK Tegar dan 2 orang Kader BKR Paripurna dan Unggulan. (wan/abh)



COMMENTS