Penulis : Wawan Bromo FM Rabu, 16/12/2015 KRAKSAAN – Anggota Komisi VIII DPR RI Drs. H. Hasan Aminuddin, M.Si, Selasa (15/12) mal...
Penulis : Wawan Bromo FM
Rabu, 16/12/2015
KRAKSAAN – Anggota Komisi VIII DPR RI Drs. H. Hasan Aminuddin, M.Si, Selasa (15/12) malam menghadiri haflatul imtihan ke-II Pondok Pesantren Ar-Rofi’iyyah di Kelurahan Semampir Kecamatan Kraksaan. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh wali santri dan masyarakat Kelurahan Semampir dan sekitarnya.
Turut mendampingi dalam kesempatan tersebut Rais Syuriyah PCNU Kota Kraksaan KH Munir Kholili, Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Kraksaan H Nasrullah A. Suja’i, Pengasuh Pondok Pesantren Ar-Rofi’iyyah KH Hafidz Rofi’i Abdul Karim serta sejumlah tokoh agama dan tokoh masyarakat di Kecamatan Kraksaan.
Pengasuh Pondok Pesantren KH Hafidz Rofi’i Abdul Karim mengungkapkan bahwa sistem pembelajaran yang diterapkan di pesantrennya adalah kombinasi antara salafiyah dan umum. Sehingga pagi santri sekolah umum dan sore hingga malam harinya melakukan aktivitas di pesantren.
“Sesuai dengan SK Kementerian Hukum dan HAM RI, luas pesantren ini mencapai 1,250 hektar. Namun ke depan kami akan terus berupaya untuk memperluas lingkungan pesantren. Mohon doa dan dukungannya demi perbaikan dan kemajuan pesantren,” katanya.
Sementara anggota Komisi VIII DPR RI Drs. H. Hasan Aminuddin, M.Si mengatakan bahwa perjalanan peradaban zaman, jangan sampai anak cucunya terjebak dalam permainan orang-orang di luar Islam. Sebab targetnya adalah bagaimana anak itu mudah dipengaruhi oleh ajaran di luar Islam. Apalagi zaman saat ini tidak sama dengan zaman waktu orang tuanya masih muda dulu.
“Saat ini ukuran pesantren bukan kuantitas lagi tetapi kualitasnya. Oleh karena itu, tingkatkanlah kualitas pesantren. Sebab pesantren itu menjadi pilihan masyarakat untuk membentengi anak-anaknya dari pengaruh di luar Islam,” katanya.
Menurut Hasan, lembaga pendidikan di lingkungan pesantren sangat lengkap. Baik urusan dunia maupun akhirat. Masyarakat akan tertarik asalkan aman dan manajemennya bagus. “Kalau manajemennya bagus, maka orang tua akan tertarik menitipkan anaknya di pesantren,” jelasnya.
Kepada para dewan guru Hasan meminta agar ikhlas mengalirkan ilmu kepada para santrinya. Manajemennya juga harus dirubah dengan mengikuti perkembangan zaman. “Didiklah anak santri ini sebagaimana zaman hari ini. Buatlah manajemen sesuai dengan tuntutan zaman saat ini. Kepada santri, mantapkanlah sekolah disini dengan disiplin. Sebab kalian adalah calon pemimpin masa depan,” pungkasnya. (wan/abh)


COMMENTS