Penulis : Dimaz Bromo FM Selasa, 29/12/2015 PAKUNIRAN - Tiga remaja asal Desa Sumurdalam Kecamatan Besuk Kabupaten Probolinggo teng...
Penulis : Dimaz Bromo FM
Selasa, 29/12/2015
Selasa, 29/12/2015
PAKUNIRAN - Tiga remaja asal Desa Sumurdalam Kecamatan Besuk Kabupaten Probolinggo tenggelam saat berenang di bendungan di sungai ‘Pancar Glagas’ Desa Pakuniran Kecamatan Pakuniran, Selasa (29/12). Satu remaja tewas tenggelam di lokasi kejadian, satu remaja kritis dan satu korban lagi selamat.
Ketiga korban adalah Anshori (16) yang meninggal dunia, Sunhadi (17) korban yang kritis dan tengah dilarikan di RSUD Waluyo Jati Kota Kraksaan.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, peristiwa tenggelamnya remaja itu berawal saat ketiga remaja itu berniat mandi di tempat wisata baru gratis. Mereka pun menyewa ban untuk bisa berenang, karena mereka tidak bisa berenang.
Ada dugaan, ketiga remaja itu tengah dalam kondisi pengaruh minum minuman keras (miras) dan pil dextro. Namun semua itu tidak dapat dibuktikan, karena sudah kemasukan air dan keluarga pun tidak bersedia dilakukan otopsi.
”Semula kami sudah memperingati, bagi semua yang mandi disini, untuk berhati-hati karena sangat bahaya. Bahkan, banyak remaja yang melompat dari atas jembatan ke sungai. Kemungkinan karena mabuk. Di mulutnya ada busa warna kuning,” kata Syaiful Bahrianto, 48, warga desa setempat saat ditemui di lokasi kejadian.
Kedua korban Anshori dan Sunhadi langsung dilarikan ke Puskesmas Bago Kecamatan Besuk. Namun korban Anshori sudah tidak dapat diselamatkan. Sementara korban Sunhadi langsung dirujuk ke RSUD Waluyo Jati Kraksaan karena dalam kondisi kritis. Sedangkan korban Aris sendiri yang selamat dari maut tidak diketahui keberadaannya.
Kapolsek Pakuniran AKP Agus Heri mengatakan, saat ketiga korban itu tenggelam, warga langsung berusaha menyelematkan mereka. Tetapi, tidak dapat langsung mengangkat korban, karena posisi mereka tenggelam di sisi barat bendungan.
”Satu korban Aris berhasil diselamatkan. Satu korban Anshori, sudah dalam kondisi mengapung dan tidak bernyawa. Sedangkan satu korban lagi Sunhadi diselamatkan dalam keadaan tenggelam di dalam air,” kata AKP Agus Heri.
Saat ditanya soal kepastian penyebab mereka tenggelam, Kapolsek Agus mengaku belum dapat memastikan penyebabnya. Mengingat, keluarga korban sendiri tidak bersedia dilakukan otopsi.
Semntara Camat Pakuniran Munaris mengaku sudah melakukan himbauan larangan untuk mandi di bendungan sungai tersebut. Apalagi, ada warga yang mandi dengan loncat dari atas jembatan ke dalam bendungan sungai tersebut.
”Bendungan di sungai ‘Pancar Glagas’ ini beberapa hari terakhir memang ramai. Kami sudah memberikan himbauan kepada semua kalangan remaja yang mandi. Namun, tidak di gubris,” katanya. (maz/abh)


COMMENTS