Penulis : Dimaz Bromo FM Rabu, 29/12/2015 SUMBER - Kecamatan Sumber tidak luput dari guyuran abu vulkanik yang disemburkan Gunung B...
Penulis : Dimaz Bromo FM
Rabu, 29/12/2015
Rabu, 29/12/2015
SUMBER - Kecamatan Sumber tidak luput dari guyuran abu vulkanik yang disemburkan Gunung Bromo. Terhitung sudah tiga hari lalu wilayah Kecamatan Sumber kena guyuran abu vulkanik Gunung Bromo. Warga pun minta kondisinya juga diperhatikan oleh pemerintah.
Dari pantauan di lapangan, abu vulkanik mengguyur beberapa di desa di Kecamatan Sumber sejak Kamis (24/12) malam hingga Sabtu (26/12). Bahkan karena hujan abu yang relatif lebat tersebut membuat sebagian atap penduduk tertutup abu vulkanik.
Kondisi ini diringankan hujan yang turun pada Minggu (27/12) sore. Tapi hujan ringan itu tidak bisa membersihkan abu vulkanik di atap rumah penduduk. “Justru ini tambah beban. Mudah-mudahan hujannya deras,” kata Sudir, salah satu warga Desa Wonokerso, Kecamatan Sumber.
Daerah di Sumber yang terdampak parah oleh guyuran abu vulkanik Gunung Bromo adalah Desa Ledokombo, Desa Wonokerso dan Desa Sumberanom. “Tapi Desa Wonokerso teramasuk yang paling parah terkena abu vulkanik,” kata Sudir.
Pria yang juga seorang pegiat pecinta alam di Kecamatan Sukapura ini mengungkapkan sejauh ini Pemerintah Kabupaten Probolinggo melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sudah sigap mengantisipasi hal tersebut.
“Salah satu yang sudah dilakukan yakni dengan cara memberikan 5000 masker kepada masyarakat Kecamatan Sumber. Tapi, dengan jumlah tersebut kami rasa masih kurang. Harapan kami, ada penambahan dari Pemkab Probolinggo,” ujarnya.
Sementara Camat Sumber Teguh Prihantoro membenarkan adanya hujan abu vulkanik yang mengarah ke Kecamatan Sumber. “Parahnya mulai Kamis malam hingga Sabtu,” katanya.
Sedangkan Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Dwijoko Nurjayadi mengatakan, terkait hujan abu Bromo, sejauh ini BPBD sudah membagikan masker. “Termasuk di Kecamatan Sumber. Kalau jumlah masker masih kurang, mohon kepala desa bisa langsung mengambil ke kantor kami, karena kami sudah sediakan masker,” ujarnya.
Dwijoko menambahkan, dalam penanganan bencana erupsi Gunung Bromo, tidak ada daerah yang dianaktirikan. Semua mendapat perlakuan sama. “Tapi memang sejauh ini, kebanyakan kunjungan pejabat banyak yang ke Sukapura. Selain meninjau, mereka melihat keindahan Gunung Bromo. Akses jalan juga lebih mudah. Tapi kalau soal perhatian dan pelayanan sampai detik ini pun sama. Mereka butuh apa, kita layani,” pungkasnya. (maz/abh)


COMMENTS