Penulis : Dimaz Bromo FM Selasa, 15/12/2015 SUKAPURA - Sejak tiga hari terakhir aktivitas kegempaan Gunung Bromo terus mengalami pen...
Penulis : Dimaz Bromo FM
Selasa, 15/12/2015
SUKAPURA - Sejak tiga hari terakhir aktivitas kegempaan Gunung Bromo terus mengalami peningkatan. Meski diguyur abu vulkanik dengan ketinggian 1.500 meter dari bibir kawah, aktivitas belajar mengajar di sekolah-sekolah lereng Bromo tetap berjalan normal.
Meski cenderung tipis, namun semburan abu vulkanik mengguyur tiga Sekolah Dasar Negeri (SDN) di sekitar Gunung Bromo. Yakni, SDN Ngadisari 1, SDN Ngadisari 2 dan SDN Ngadirejo. Akibat semburan debu itu, siswa sekolah itu mengalami sakit berupa sesak pernafasan dan batuk-batuk. Seperti yang terlihat di SDN Ngadisari 2 yang hanya berjarak sekitar 4 kilometer dari bibir kawah.
Meski abu vulkanik yang mengandung silica dan sangat berbahaya tersebut sudah mengganggu pernafasan siswa, sejauh ini Dispendik Kabupaten Probolinggo belum ada rencana untuk menghentikan proses belajar mengajar di sekolah-sekolah sekitar lereng Bromo.
Namun, jika kondisi erupsi sangat membahayakan bagi kesehatan, tidak menutup kemungkinan proses belajar mengajar dihentikan. Bisa juga siswa sekolah terdampak digabung ke sekolah yang lebih aman.
“Kalau aktivitas itu sangat membahayakan siswa terpaksa kita tutup, tapi kalau tidak ya tetap masuk. Siswa harus banyak didalam ruangan nantinya dan tidak sering keluar untuk menghindari abu,” ujar Kasi SD Dispendik Kabupaten Probolinggo Rochim.
Berdasarkan pantauan PVMBG, abu vulkanik terpantau keluar dari mulut kawah sejak tiga hari terakhir. Dengan radius antara tiga hingga lima kilometer, mengikuti arah dan kecepatan angin, dengan gempa tremor 4 milimeter hingga 28 milimeter dominan 8 milimeter. (maz/abh)



COMMENTS