Penulis : Dimaz Bromo FM Selasa , 22/12/2015 KRAKSAAN – Meski belum merata, hujan sudah mulai mengguyur wilayah Kabupaten Proboling...
Penulis : Dimaz Bromo FM
Selasa , 22/12/2015
KRAKSAAN – Meski belum merata, hujan sudah mulai mengguyur wilayah Kabupaten Probolinggo. Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) mulai mengancam. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo mengandalkan Juru Pemantau Jentik (Jumantik) di 24 kecamatan untuk mengantisipasi DBD maupun menangani kasus tersebut. Sebab pada tahun ini, jumlah penderita DBD luar biasa banyak.Dari data yang dihimpun hingga akhir November 2015 lalu, jumlah penderita DBD di Kabupaten Probolinggo mencapai 462 orang. Dari jumlah tersebut, 4 orang di antaranya meninggal dunia. Padahal, jumlah penderita DBD tahun lalu hanya sebanyak 216 orang penderita dengan 4 orang di antaranya meninggal dunia.
Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo dr Shodiq Tjahjono mengatakan, DBD kerap ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB). Penyakit ini bersifat musiman dan biasanya muncul pada musim hujan. Untuk menekan angka penderita, Shodiq mengungkapkan ada dua hal yang diterapkan oleh Dinkes.
“Kami mengandalkan Jumantik di 24 kecamatan. Selain itu, kami menggarap pemberantasan sarang nyamuk. Pemberantasan ini hasilnya cukup efektif daripada melakukan fogging (pengasapan) kepada beberapa tempat yang menjadi sarang nyamuk aedes aigepty,” terangnya.
Terkait Jumantik jelas Shodiq jumlahnya mencapai 1.948 orang. Mereka diharapkan bisa mengurangi dan mengantisipasi melonjaknya penderita DBD di Kabupaten Probolinggo. Masing-masing kader jumantik tersebut mendapatkan tugas dan tanggung jawab pada 20 rumah di sekitar.
“Tapi, kami tidak hanya mengandalkan kader. Kami juga sudah melakukan sosialisasi kepada anak sekolah agar bisa menjadi jumantik di keluarga masing-masing. Dengan harapan, jika ada jentik di rumah atau di lingkungan mereka juga bisa mengingatkan orang tua akan bahaya jentik tersebut,” pungkasnya. (maz/abh)


COMMENTS