Penulis : Dimaz Bromo FM Selasa, 15/12/2015 SUKAPURA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo terus mengembangkan pakan ternak ...
Penulis : Dimaz Bromo FM
Selasa, 15/12/2015
Camat Sukapura Bambang Julius Wijanarko mengatakan kali ini Pemkab Probolinggo memang sedang berupaya ada tambahan lahan untuk penanaman indigofera di kawasan Sukapura. Hal itu bukannya tanpa alasan. Kecamatan Sukapura yang berada 900 meter diatas permukaan laut dinilai sangat cocok untuk pengembangan penanaman indigofera.
“Kami harapkan ada tambahan lahan disini. Sebab, di Kecamatan Sukapura serba ada, seperti peternak ayam, kambing dan sapi perah. Jika ada pengembangan lahan, akan berdampak pada perekonomian masyarakat,” ungkapnya.
Tentu saat ini, pihaknya sedang menyusun Memorandum of Understanding (MoU) dengan Perhutani KPH Probolinggo untuk kerja sama penanaman indigofera. “Tinggal penandatanganan saja, karena memang manfaatnya sangat banyak,” katanya.
Sedangkan perwakilan Perhutani KPH Probolinggo Dedy Noferi mengungkapkan adanya kerja sama ini nantinya akan banyak manfaat. Apalagi tanaman indigofera ini membantu konservasi alam di kawasan Sukapura. Di sisi lain, daun indigofera ini juga bermanfaat untuk masyarakat dalam hal pengembangan pakan ternak nasional. “Nantinya kami akan sediakan 16 hektare di kawasan Perhutani KPH Probolinggo untuk ditanam indogofera,” ungkapnya.
Sementara peneliti dari Institute Pertanian Bogor (IPB) Prof Dr Ir Luki Abdullah M.Sc Agr mengungkapkan, paling tidak tahun 2018 mendatang Desa Ngepung Kecamatan Sukapura Kabupaten Probolinggo menjadi daerah jujukan untuk pengembangan indigofera berbasis masyarakat di Indonesia.
“Terpilihnya Desa Ngepung sendiri lantaran antusias masyarakat di desa ini sangatlah tinggi. Paling tidak tahun 2018 mendatang daerah ini bisa menjadi percontohan di Indonesia,” jelasnya.
Perkembangan indigofera ini sangatlah penting bagi perkembangan pakan ternak di Indonesia. Salah satu alasannya karena untuk mengurangi cost produksi. “Nutrisinya lebih tinggi dibanding dengan pakan lainnya,” pungkasnya. (maz/abh)


COMMENTS