Penulis : Wawan Bromo FM Minggu, 20/12/2015 SUMBERASIH - Pencak silat merupakan salah satu budaya asli bangsa Indonesia yang haru...
Penulis : Wawan Bromo FM
Minggu, 20/12/2015
SUMBERASIH - Pencak silat merupakan salah satu budaya asli bangsa Indonesia yang harus terus dilestarikan. Demi melestarikan seni bela diri tersebut, siswa SDN Pesisir 1 dilatih pencak silat.
“Kegiatan ini merupakan salah satu upaya pengembangan diri siswa yang bertujuan untuk menjaga kesehatan dan fisik. Selain itu membentuk mental yang kuat dan keberanian,” ungkap Kepala SDN Pesisir 1 Mujiman.
Pria kelahiran Probolinggo, 5 Juli 1957 ini menegaskan, ekstrakurikuler pencak silat ini mulai diterapkan sejak tahun 2010 silam. Semua siswa dilibatkan mulai dari kelas III, IV dan V. Sementara siswa kelas VI diberikan kebebasan untuk memilih karena juga disibukkan dengan persiapan menghadapi ujian.
“Kegiatan ini dilakukan untuk melatih anak berjiwa kesatria, mempunyai prinsip yang kuat, bertanggung jawab dan disiplin. Sehingga kelak setelah dewasa menjadi anak yang tangguh dan handal menghadapi perkembangan zaman,” jelasnya.
Sementara Inon Imam selaku pelatih pencak silat mengatakan, pencak silat ini bukan olahraga monoton. Sebab setiap detik dan setiap waktu pasti selalu berkembang. “Apa yang kami ajarkan hanya ilmu dasar saja meliputi hindaran, tangkisan dan pukulan,” ungkapnya.
Pengurus Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Probolinggo ini menjelaskan, pencak silat itu ada dua kategori yaitu seni dan tanding. Jurus yang diajarkan kepada siswanya hanyalah untuk seni pencak silat saja dan bukan untuk tanding.
“Karena hanya untuk seni, maka jurus yang kami ajarkan hanya jurus tunggal, ganda dan regu saja. Sebab kami bukan melatih anak menjadi seorang jagoan. Tetapi bagaimana anak bisa berjiwa kesatria, tanggung jawab dan disiplin,” jelasnya.
Lebih lanjut Imam menegaskan, kegiatan ekstrakurikuler pencak silat ini diberikan sebagai upaya untuk melestarikan budaya bangsa. Sebab pencak silat ini adalah salah satu produk asli bangsa Indonesia.
“Melalui kegiatan ini kami berharap bisa membina mental anak mulai usia dini. Setidaknya mampu membentuk mental dan jiwa siswa serta mengajari sopan santun dan tanggung jawab. Syukur-syukur bisa berkembang menjadi atlet pencak silat seni dan tanding yang bisa mengharumkan nama daerah,” pungkasnya. (wan/abh)



COMMENTS