Penulis : Dimaz Bromo FM Kamis, 03/12/2015 KRAKSAAN - Sidang lanjutan Akhil, warga Kelurahan Kraksaan Wetan Kecamatan Kraksaan Ka...
Penulis : Dimaz Bromo FM
Kamis, 03/12/2015
KRAKSAAN - Sidang lanjutan Akhil, warga Kelurahan Kraksaan Wetan Kecamatan Kraksaan Kabupaten Probolinggo yang tega membacok pamannya sendiri, kembali bergulir. Dalam persidangan, pengacara Akhil keberatan atas keterangan saksi yang berbeda dengan saksi sebelumnya.
Sidang tersebut dimulai Kamis (03/12), dimana agenda sidang mendengarkan 3 saksi yakni, Kholifah guru RA; Andi Yudha, guru MI Nurul Islam dan Ahmad Hijazi Lutfi alias Ahmad Balok.
Seperti biasa, sidang terdakwa yang juga Ketua LSM ini dijaga ketat oleh aparat kepolisian. Bahkan, penjagaan ditingkatkan, dimana saksi dikawal polisi dari rumah hingga persidangan, begitu juga dari persidangan sampai rumah.
Pada sidang yang dilaksanakan di PN Kraksaan itu, keterangan yang disampaikan saksi, berbeda antara persidangan dengan saksi sebelumnya, sehingga Akhil merasa keberatan dengan balik bertanya.
Usai persidangan, Muhammad Nuril, penasehat hukum Akhil mengatakan, ada perbedaan keterangan saksi sekarang dengan saksi sebelumnya, terkait perbedaan itu, ia akan menyiapkan langkah dengan menggali informasi lain.
“Kalau sudah ada perbedaan seperti ini, saya harus lebih memperhatikan kedepan. Dan dari perbedaan ini saya akan melakukan langkah-langkah lain, karena tidak sesuai dengan yang disampaikan saksi sebelumnya,” bebernya.
Seperti yang kita ketahui, Akhil telah nekat membacokkan pedang kepada pamannya Mustawi alias Abdul Halim dan sepupunya Dewi Azizah (34) di RA Darussalam, Kraksaan. Akibatnya, kedua kerabatnya itu mengalami luka parah dan dirawat intensif di RSUD Waluyo Jati Kraksaan, Rabu (26/8/2015) lalu.
Dalam kejadian itu, korban Abdul Halim mengalami luka parah pada selangkangan kanan dan di pelipis kirinya. Sementara Dewi Azizah yang berprofesi sebagai guru RA mengalami luka robek pada lengan kirinya.
Peristiwa itu berawal saat korban Dewi Azizah, menyalakan musik anak-anak di ruang kelasnya saat mengajar anak didiknya. ”Tiba-tiba dia datang dan menghentikan aktifitas saya, dia langsung bertindak kasar dan melukai saya,” pungkasnya. (maz/abh)



COMMENTS