Penulis : Wawan Bromo FM Rabu, 23/12/2015 SUMBER – Menjadi bidan adalah sebuah panggilan jiwa yang menjadikannya pribadi yang harus l...
Penulis : Wawan Bromo FM
Rabu, 23/12/2015
SUMBER – Menjadi bidan adalah sebuah panggilan jiwa yang menjadikannya pribadi yang harus lebih banyak bersyukur. Sebab masih banyak orang yang ingin menjadi bidan. Hal tersebut disampaikan Diah Ayu Fitma Puspita, bidan di Pustu Tempuran, Desa Sumber Kecamatan Sumber.Perempuan kelahiran Probolinggo, 5 Agustus 1992 ini menjelaskan, tugas bidan itu melakukan pelayanan kesehatan ibu dan anak, pelayanan dari ibu hamil, ibu bersalin, ibu pasca melahirkan hingga KB. Untuk pelayanan kesehatan anak meliputi perawatan bayi baru lahir sampai balita serta perawatan anak sakit.
“Selain itu tugas bidan adalah menurunkan angka kematian ibu dan bayi. Tetapi apapun yang dilakukan bidan di wilayah kerjanya harus berdasarkan urutan prioritas masalah sesuai kewenangan bidan,” ujarnya perempuan yang masih lajang ini.
Anak pertama dari dua bersaudara pasangan Sunarsan dan Lilik Antini ini berpesan kepada masyarakat agar lebih meningkatkan kerja sama antara bidan dengan perangkat desa agar tercapai kesejahteraan ibu dan anak. Harapan ke depan menjadi bidan profesional, mampu mengemban tugas dan kewajiban dengan selalu semangat.
“Suka duka menjadi bidan saat menolong persalinan di mana ada panggilan di dusun terpencil atau dengan medan sulit yang membutuhkan banyak waktu untuk menempuhnya. Tapi saat kita sudah berhasil menolong ibu dan bayi dengan selamat semua rasa lelah itu hilang,” jelas alumnus SDN Pandansari III ini.
Perempuan asal Desa Ledokombo Kecamatan Sumber ini menegaskan, kunci sukses bidan adalah sabar, senyum, selalu berdoa, berwawasan luas serta menerima sarana dan kritik dari orang lain.
“Motivasi saya menjadi bidan mungkin seperti pada umumnya adalah dorongan dari orangtua, terutama ibu. Awalnya saya tidak pernah bercita-cita menjadi seorang bidan, namun karena saya disarankan ibu untuk masuk kebidanan, di situ saya mulai mencoba untuk menjalani apa yang menjadi mimpi ibu,” pungkasnya. (wan/abh)


COMMENTS