Penulis : Wawan Bromo FM Kamis, 10/12/2015 KRAKSAAN - Sebagai persiapan menyambut praktek kerja industri (prakerin) siswa kelas X...
Penulis : Wawan Bromo FM
Kamis, 10/12/2015
KRAKSAAN - Sebagai persiapan menyambut praktek kerja industri (prakerin) siswa kelas XI, SMKN 1 Kraksaan mengundang sedikitnya 50 pembimbing Dunia Usaha (DU), Dunia Industri (DI) dan instansi yang akan menjadi tujuan prakerin, Kamis (10/12).
Pertemuan yang dipusatkan di aula SMKN 1 Kraksaan ini dilakukan dalam rangka evaluasi pelaksanan prakerin tahun 2015, sosialisasi program prakerin tahun 2016 dan sinkronisasi/implementasi kurikulum.
Kegiatan ini dihadiri oleh Kasi SMA/SMK Dinas Pendidikan Kabupaten Probolinggo Aries Susilo, Kepala SMKN 1 Kraksaan Abdul Rofi, Ketua Komite SMKN 1 Kraksaan Abdul Hapi serta para kelompok kerja (pokja) prakerin SMKN 1 Kraksaan.
Kepala SMKN 1 Kraksaan Abdul Rofi mengungkapkan bahwa siswa kelas XI yang akan melaksanakan prakerin tahun 2016 mencapai 397 siswa dari 6 program keahlian. Meliputi Akuntansi, Administrasi Perkantoran, Pemasaran, Rekayasa Perangkat Lunak, Multimedia dan Teknik Komputer Jaringan.
“Karena jumlah siswa yang akan prakerin tidak sesuai dengan jumlah DU/DI, maka prakerin akan dibagi dalam dua gelombang. Prakerin akan dilakukan mulai Januari hingga Juni 2016 mendatang,” katanya.
Sementara Kasi SMA/SMK Dispendik Kabupaten Probolinggo Aries Susilo mengatakan bahwa keberadaan DU/DI tidak bisa dipisahkan dari sekolah. Terlebih dalam menyambut era perdagangan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Apalagi Indonesia diberikan bonus demografi dengan usia produktif antara 15-60 tahun.
“Sinergitas antara DU/DI ini sudah lama dilakukan oleh SMKN 1 Kraksaan. Semoga ini menjadi contoh bagi sekolah lain sambil terus melakukan evaluasi atas prakerin yang sudah dilakukan sebagai upaya perbaikan sehingga menjadi anak didik yang berpotensi,” ujarnya.
Aries mengajak agar sinergi DU/DI dengan dunia pendidikan tidak hanya menjadi program semata, tetapi menjadi tanggung jawab bersama dalam mencetak generasi muda yang siap bersaing di era perdagangan MEA.
“Dengan prakerin ini diharapkan bisa ada praktek langsung dengan teori yang ada di sekolah, memberikan pelajaran bagi siswa memasuki dunia kerja yang sesungguhnya dan melatih siswa untuk tanggung jawab,” pungkasnya. (wan/abh)


COMMENTS