Penulis : Wawan Bromo FM Minggu, 20/12/2015 KRAKSAAN – Dinas Perkebunan dan Kehutanan (Disbunhut) Kabupaten Probolinggo terus ber...
Penulis : Wawan Bromo FM
Minggu, 20/12/2015
KRAKSAAN – Dinas Perkebunan dan Kehutanan (Disbunhut) Kabupaten Probolinggo terus berupaya memperbaiki kualitas lingkungan. Pasalnya hingga tahun 2014 lalu, lahan kritis mencapai 20.148,20 hektar.
Salah satu upaya serius yang ditempuh pemerintah daerah yakni melalui program rehabilitasi hutan dan lahan kritis. Langkah program ini ditempuh pemerintah daerah sebagai antisipasi semakin meluasnya kerusakan hutan dan lahan yang kritis yang ada di Kabupaten Probolinggo sehingga harus mendapat perhatian dan penanganan serius dari pemerintah daerah.
“Setiap tahun kami hanya mampu merehabilitasi lahan kritis rata-rata seribu hektar. Tetapi jumlah tersebut bisa bertambah menjadi 2 ribu hektar karena keterlibatan semua pihak dan swadaya yang dilakukan oleh masyarakat,” ungkap Kepala Disbunhut Kabupaten Probolinggo Raharjo.
Pria kelahiran Tegal, 5 Mei 1958 ini menjelaskan, keberadaan hutan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dengan kehidupan manusia dan makhluk hidup. Hutan merupakan paru-paru bumi yang menunjang kehidupan kita semua. “Dengan kondisi hutan kita saat ini, langkah rehabilitasi tidak lain merupakan langkah penting yang harus kita tempuh bersama,” jelasnya.
Mantan Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan Pertanian (BKP4) Kabupaten Probolinggo ini menegaskan, rehabilitasi hutan dan lahan kritis merupakan salah satu program prioritas kerja dari Disbunhut.
“Program ini merupakan salah satu bentuk dukungan terhadap program pemerintah pusat melalui gerakan penanaman satu milyar pohon atau One Billion Indonesian Trees (OBIT),” pungkasnya. (wan/abh)



COMMENTS