Penulis : Dimaz Bromo FM Jum'at, 04/12/2015 PAJARAKAN - Warga Desa Pajarakan Kulon Kecamatan Pajarakan Kabupaten Probolinggo di...
Penulis : Dimaz Bromo FM
Jum'at, 04/12/2015
Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, Samroni diketahui pertama kali oleh Slamet (27) kakak iparnya waktu hendak ke ruang belakang. Slamet sempat termangu melihat tubuh adik iparnya yang sudah dalam kondisi lemas tergantung di kayu atap rumahnya. “Saat saya ke ruang belakang langsung terkejut. Samroni sudah tidak bernyawa dengan posisi tergantung,” ujarnya.
Slamet mengaku kaget kenapa adiknya melakukan aksi nekat itu dan kapan mulai melakukan aksinya. “Mungkin pas saya tertidur di depan TV dan tidak dengar suara apa-apa. Lha istri korban pada kejadian tengah menidurkan bayinya,” ungkapnya.
Abdul Bakar (55), ayah korban mengaku sangat terkejut dengan kejadian yang menimpa anak lelakinya itu. Ketika ditanya kondisi putranya sebelum meninggal, dia menjelaskan jika sejak pagi melihat gelagat tidak beres pada anaknya yang lama tidak bekerja itu.
“Sebelum saya kerja ke tambak, dia terlihat seperti orang ketakutan saat melihat saya. Ini tidak biasanya, yang saya tahu dia sering melamun. Ya mungkin mikir sudah punya anak kok tidak bekerja. Selama berkeluarga saya yang menanggung biaya hidup keluarganya,” katanya.
Sementara Kasat Reskrim Polres Probolinggo AKP Mobri Cardo Panjaitan membenarkan atas kejadian yang menimpa warga Desa Pajarakan Kulon yang ditemukan tewas gantung diri. Sayangnya, pihak keluarga korban menolak ketika akan divisum. “Keluarganya menolak saat kami minta untuk visum dan meminta segera dikebumikan,” jelasnya. (maz/abh)


COMMENTS