Penulis : Wawan Bromo FM Minggu, 06/12/2015 KRAKSAAN – Kantor Perpustakaan Umum Daerah (Perpusda) Kabupaten Probolinggo mengajukan ...
Penulis : Wawan Bromo FM
Minggu, 06/12/2015
KRAKSAAN – Kantor Perpustakaan Umum Daerah (Perpusda) Kabupaten Probolinggo mengajukan 10 paket bantuan perpustakaan desa pada Pemprov Jatim. Hal itu dilakukan karena alokasi anggaran dari APBD Kabupaten Probolinggo minim. Sementara, sampai saat ini baru 50 dari 325 desa yang memiliki perpustakaan.Hal itu disampaikan Kepala Kantor Perpusda Kabupaten Probolinggo Santoso. “Kami mengajukan 10 paket bantuan ke Pemprov Jatim. Ini untuk memenuhi target seluruh desa memiliki perpustakaan,” ujarnya.
Namun, Santoso tidak mengetahui berapa nominal bantuan tiap paketnya. Hanya saja, setiap satu paket mendapatkan 500 koleksi buku, meja, kursi dan rak buku. Pengajuan bantuan itu menurut mantan Kabag Kominfo ini untuk tahun depan. “Jadi pengajuannya tahun ini, realisasinya tahun depan,” katanya.
Tahun lalu, pihaknya juga sempat mengajukan proposal bantuan juga. Hanya saja, hingga kini, pengajuan 10 paket tersebut tidak kunjung terealisasi. Ia berharap, dalam waktu dekat usulan tersebut bisa terealisasi. Sebab, keberadaan perpustakaan juga menjadi salah satu indikator peningkatan indeks pembangunan manusia (IPM).
Santoso mengatakan, tahun 2014 lalu pihaknya mendapatkan bantuan sekitar 12 paket. Itu merupakan pengajuan setahun sebelumnya. “Kami bukan dapat uang, tapi dapat paketannya. Ya, seperti meja, kursi, rak buku dan sekitar 500 koleksi buku,” jelasnya.
Setiap tahun, pihaknya menurut Santoso selalu mengalokasikan anggaran untuk pendirian perpustakaan desa. Karena anggaran terbatas, pihaknya mengajukan bantuan ke Pemprov Jatim. Maklum, setiap tahun pihaknya hanya bisa mendirikan perpustakaan desa di lima desa saja.
“Kalau seluruhnya dari kami ya tidak akan mampu mengcover seluruh desa yang belum memiliki perpustakaan dalam waktu dekat. Karena itu, selain mengajukan bantuan ke Pemprov, kami juga akan berkoordinasi dengan Bagian Pemerintahan,” terangnya.
Harapannya, dalam alokasi dana desa (ADD) juga dianggarkan pembangunan perpustakaan desa. “Sebenarnya tidak perlu ruangan khusus. Kalau ada ruangan yang tidak terpakai bisa dimanfaatkan. Jadi, dana desa hanya dipakai pengadaan koleksi buku saja. Serta perlengkapan lainnya, seperti rak, meja, kursi ataupun karpet,” katanya.
Sementara Kabag Pemerintahan Pemkab Probolinggo Edy Suryanto memberikan dukungan terkait usulan tersebut. “Bisa dialokasikan untuk buku, tapi teknisnya kita belum tahu. Apakah pengadaan bukunya masing-masing desa atau kolektif. Namun, anggarannya dari dana desa,” katanya. (wan/abh)


COMMENTS