Penulis : Wawan Bromo FM Minggu, 06/12/2015 KRAKSAAN – Pangan merupakan kebutuhan manusia yang paling asasi sehingga ketersediaan p...
Penulis : Wawan Bromo FM
Minggu, 06/12/2015
“Semakin maju tingkat peradaban manusia semakin dituntut penyediaan pangan yang cukup bagi suatu wilayah merupakan hal yang sangat strategis karena merupakan dasar bagi ketahanan pangan di tingkat wilayah,” ungkap Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan Pertanian (BKP4) Kabupaten Probolinggo Nanang Trijoko Suhartono.
Menurut Nanang, ketersediaan bahan pangan di Kabupaten Probolinggo bersumber dari tanaman pangan di Kabupaten Probolinggo tahun 2014 sebagian besar surplus, kecuali kedelai defisit sebesar 15.062,96 ton. “Sedangkan untuk komoditas yang surplus antara lain beras sebesar 84.261,70 ton, jagung sebesar 206.291 ton dan ubi kayu sebesar 147.475,94 ton,” jelasnya.
Mantan Kepala Dinas Pertanian ini memerinci ketersediaan bahan pangan strategis yang bersumber dari peternakan dan perikanan di Kabupaten Probolinggo tahun 2014. Yakni, daging sapi defisit sebesar 624,37 ton, daging kambing/domba defisit sebesar 2.360,44 ton, daging ayam buras defisit sebesar 4.910,09 ton dan daging ayam ras defisit sebesar 4.796,57 ton.
“Sementara telur ayam ras defisit sebesar 8.351,78 ton, telur ayam buras defisit sebesar 8.702,81 ton, susu surplus sebesar 7.883,50 ton dan ikan laut defisit sebesar 10.998,83 ton,” tegasnya.
Sementara untuk ketersediaan bahan pangan yang bersumber dari perkebunan meliputi komoditi tebu dan kelapa. Untuk komoditi tebu, data yang dikumpulkan berupa kristal gula dengan rincian produksi tebu sebanyak 251.743,876 ton dan produksi kristal gula sebanyak 18.829,59 ton. “Komoditas kelapa yang kita kumpulkan setara dengan kopra mendapatkan hasil produksi kelapa setara kopra sebanyak 1.153 ton,” pungkasnya. (wan/abh)


COMMENTS