Penulis : Wawan Bromo FM Senin, 28/12/2015 KRAKSAAN - Pengurus Pimpinan Cabang Muslimat NU Kota Kraksaan Kabupaten Probolinggo ma...
Penulis : Wawan Bromo FM
Senin, 28/12/2015
KRAKSAAN - Pengurus Pimpinan Cabang Muslimat NU Kota Kraksaan Kabupaten Probolinggo masa khidmah 2015-2020 resmi dilantik di Pesantren Al-Masduqiyah Kelurahan Patokan Kecamatan Kraksaan, Minggu (27/12).
Dalam kepengurusan ini, Ketua PC Muslimat NU Kota Kraksaan dijabat oleh Hj Zulfa Badri. Para pengurus ini dilantik oleh Ketua PW Muslimat NU Jawa Timur Hj Masruroh Wahid didampingi Sekretaris PW Muslimat NU Jawa Timur Hj Mutafarrida.
Pelantikan ini dihadiri oleh 200 orang terdiri dari Ketua PCNU Kota Kraksaan H Nasrullah A Suja’i, badan otomom (banom) NU, instansi terkait, pengasuh pesantren, seluruh pengurus cabang, 13 anak cabang dan 10 orang ranting se-PCNU Kota Kraksaan.
Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Kraksaan H Nasrullah A Suja’i mengungkapkan, jika ada tetangganya yang meninggal dunia, Muslimat NU harus berada di depan dan mengurus jenazahnya sesuai dengan ajaran Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja).
“Tolong foto-foto Ketua Muslimat NU Kota Kraksaan dipasang di kantor dan dikirimi Al-Fatihah setiap bulan. Demi keberlangsungan program Muslimat NU, pengurus harus menjalin keharmonisan dengan pengurus PCNU Kota Kraksaan dan yang lainnya,” katanya.
Sementara Ketua PC Muslimat NU Kota Kraksaan Hj Zulfa Badri menyampaikan ucapan terima kasih dan permintaan maaf jika apa yang dilakukan selama ini masih dinilai masih kurang maksimal. Yang jelas, pihaknya bertekad akan tertib organisasi di segala bidang.
“Mohon doa dan dukungannya supaya ke depan Muslimat NU Kota Kraksaan bisa bekerja dengan sempurna sesuai AD/ART organisasi. Komunikasi dan koordinasi adalah kunci sukses sebuah organisasi,” ujarnya.
Sedangkan Ketua PW Muslimat NU Jawa Timur Hj Masruroh Wahid meminta masyarakat tidak menunggu menjadi pengurus untuk bekerja dan berjuang di Muslimat NU Kota Kraksaan. Selain itu, pengurus harus senantiasa memberi lewat organisasi Muslimat NU dan jangan meminta.
“Laksanakan tugas dengan tetap berpegang teguh pada Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) an-Nahdliyah. Isilah budaya-budaya atau tradisi-tradisi sesuai dengan Aswaja. Dakwah tidak cukup bil hal, tetapi berikanlah bukti nyata di tengah-tengah masyarakat,” ungkapnya. (wan/abh)



COMMENTS