Penulis : Dimaz Bromo FM Sabtu, 26/12/2015 SUKAPURA - Hujan abu akibat semburan materal vulkanis Gunung Bromo di Kabupaten Probolingg...
Penulis : Dimaz Bromo FM
Sabtu, 26/12/2015
SUKAPURA - Hujan abu akibat semburan materal vulkanis Gunung Bromo di Kabupaten Probolinggo terus mengguyur sejumlah desa. Mengantisipasi kemungkinan terburuk, Kementerian Sosial (Kemensos) menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada 350 Kepala Keluarga yang tersebar di 6 desa. Bantuan itu diberikan langsung oleh Menteri Sosial (Mensos) RI Khofifah Indar Parawansa saat memantau kesiapan tanggap bencana erupsi Gunung Bromo, Jumat (25/12) pagi.Kedatangan Mensos Khofifah ini disambut oleh Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE didampingi anggota Komisi VIII DPR RI Drs. H. Hasan Aminuddin, M.Si dan sejumlah Kepala SKPD di lingkungan Pemkab Probolinggo.
Kantor Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Gunung Bromo menjadi lokasi pertama kunjungan menteri kelahiran Kota Surabaya itu. Mensos mendengarkan pemaparan petugas PVMBG, terkait aktivitas erupsi Gunung Bromo yang semakin intens menyemburkan debu vulkanis.
“Kami sengaja datang untuk melihat langsung aktivitas Gunung Bromo sekaligus untuk memantau kesiapsiagaan pemerintah daerah dalam mengantisipisi bencana erupsi Bromo,” ujar Khofifah.
Selanjutnya Mensos menaiki puncak mentigen, salah satu titik terindah guna mengamati eksotika Gunung Bromo. Khofifah mengamati proses erupsi Bromo secara langsung dari jarak sekitar 3 kilometer. Ditempat yang sama, Mensos menyerahkan bantuan alat tulis dan tas kepada 16 siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) Ngadisari 1.
Khofifah menutup kunjungan di Gunung Bromo dengan menyerahkan paket bantuan kepada 350 kepala keluarga miskin. Serta alat tulis dan tas kepada 50 siswa SDN Ngadisari 2 di Balai Desa Ngadisari Kecamatan Sukapura.
Ratusan kepala keluarga penerima bantuan berasal dari 6 desa terdekat kawah Gunung Bromo yang menjadi area terparah dampak debu vulkanis. Mereka mendapatkan paket sembako dan satu kardus susu.
“Untuk bantuan di sektor pertanian dan kesehatan, kami akan melakukan koordinasi dengan Kementerian Pertanian dan Kementerian Kesehatan. Terutama jika aktivitas erupsi Gunung Bromo terus merusak lahan pertanian dan menimbulkan berbagai penyakit,” janjinya.
Menurut Khofifah, penyaluran bantuan kemanusiaan Kemensos akan terus berlanjut, jika Pemerintah Kabupaten Probolinggo melaporkan erupsi Gunung Bromo sebagai darurat bencana alam selama 14 hari. Kedaruratan itu bisa diperpanjang selama 90 hari, jika kondisinya terus berlanjut. (maz/abh)


COMMENTS