Penulis : Dimaz Bromo FM Senin, 07/12/2015 PAJARAKAN - Maraknya isu santet yang berujung pada aksi kriminal di Kabupaten Probolingg...
Penulis : Dimaz Bromo FM
Senin, 07/12/2015
Rakor ini dihadiri oleh beberapa instansi diantaranya Dinas Kesehatan (Dinkes), Majelis Ulama Indonesia (MUI), Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan Bakesbangpol Linmas (Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat) Kabupaten Probolinggo.
Kabag Ops Polres Probolinggo Kompol Budi Sulistyanto mengatakan bahwa isu santet membuat masyarakat bertindak anarkis. Semisal penganiayaan di Desa Rondokuning, pembunuhan di Desa Sokaan dan aksi lurug balai Desa Sidopekso. “Semua itu dilatarbelakangi oleh isu santet,” ujarnya.
Sebenarnya lanjut Kompol Budi, selain isu santet ada konflik sosial yang memang berpotensi seperti dukun cabul. Untuk mengatasi hal tersebut, ada 3 hal yang harus dibenahi meliputi pendidikan, ekonomi dan kesehatan.
“Rakor ini terkait dengan maraknya isu santet yang mengganggu situasi keamanan dan ketertiban masyarakat Kabupaten Probolinggo. Isu santet ini menyebabkan banyak gangguan Kamtibmas yang terjadi seperti penganiayaan dan lain-lain,” jelasnya.
Dari hasil rakor tersebut, Polres Probolinggo dan Pemkab Probolinggo mulai dari Dinkes, MUI, FKUB dan Bakesbangpol Linmas sepakat untuk membentuk tim terpadu yang nantinya akan diajukan ke Bupati Probolinggo.
Sementara Sekretaris Umum MUI Kabupaten Probolinggo KH Syihabuddin Sholeh mengapresiasi atas usulan tim yang akan dibentuk yang secara khusus menangani masalah isu santet. “Tugas MUI nanti ialah menyadarkan masyarakat. Dimana karena isu santet kemudian mudah untuk menuduh terhadap sesame,” katanya. (maz/abh)


COMMENTS