Penulis : Wawan Bromo FM Selasa 22/12/2015 KRAKSAAN – Dalam rangka menyemarakkan peringatan Hari Ibu ke-87, Pemerintah Kabupaten ...
Penulis : Wawan Bromo FM
Selasa 22/12/2015
KRAKSAAN – Dalam rangka menyemarakkan peringatan Hari Ibu ke-87, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) mengadakan Lomba Masak di halaman depan Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Probolinggo, Selasa (22/12).
Lomba ini diikuti oleh para kaum adam dari Kepala SKPD dan suami dari Kepala SKPD kaum hawa di lingkungan Pemkab Probolinggo. Dimana lomba ini dibagi dalam 10 kelompok terdiri dari Forkopimda, para staf ahli dan asisten, badan, dinas, kantor, bagian dan camat.
Menariknya, lomba ini juga diikuti oleh Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE didampingi anggota Komisi VIII DPR RI Drs. H. Hasan Aminuddin, M.Si, Wakil Bupati Probolinggo Drs. HA. Timbul Prihanjoko didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Probolinggo Hj. Nunung Timbul Prihanjoko dan Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo H. Moch. Nawi didampingi Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Probolinggo Hj. Yuni Nawi.
Dalam peringatan Hari Ibu yang mengambil tema “Mari Kita Wujudkan Kesetaraan Perempuan dan Laki-laki Dalam mewujudkan Lingkungan yang Kondusif untuk Perlindungan Perempuan dan Anak” ini, Bupati Tantri didampingi suaminya H Hasan Aminuddin dan jajaran Forkopimda memberikan santunan kepada para anak yatim.
“Selain untuk memperingati Hari Ibu ke-87, lomba masak ini bertujuan untuk menggalang kebersamaan antar SKPD serta memberikan bentuk/wujud dukungan atau penghargaan Bapak-bapak kepada para istri karena nanti hasil masakannya akan disuapkan kepada istri tersayang dan tercinta,” ungkap Kepala BPPKB Kabupaten Probolinggo dr. Endang Astuti.
Sementara Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE dalam sambutannya mengungkapkan bahwa lomba masak yang digelar dalam rangka memperingati Hari Ibu ke-87 ini dilakukan sebagai wujud apresiasi kaum laki-laki terhadap kaum perempuan, terutama dalam tugasnya di rumah.
“Hari ini saya mengajak para kaum laki-laki untuk merasakan sedikit saja satu tugas yang biasa dilakukan kaum perempuan di rumah berupa memasak untuk keluarga. Ini merupakan tugas yang tidak mudah bagi kaum laki-laki. Tolong dalam lomba ini para kaum perempuan jangan membantu supaya para kaum laki-laki bisa mengerti bagaimana peran kaum perempuan dalam keluarga,” katanya.
Menurut Bupati Tantri, lomba masak ini dilakukan sebagai upaya dalam memuliakan para perempuan. Sebab kalau di rumah, perempuan itu berperan sebagai istri dari suami dan seorang ibu bagi anak-anaknya.
“Perempuan itu memang dipandang lemah karena memang sudah kodratnya. Tetapi dibalik semua itu, para kaum perempuan lemah lembut dan kuat dalam menghadapi berbagai masalah,” jelasnya.
Selanjutnya Bupati Tantri bertanya bagaimana peran kaum laki-laki tatkala anaknya sedang sakit. Sampai berapa lama laki-laki sebagai ayah dari anaknya mampu menemami dan menggendong anaknya. Mendengar pertanyaan itu, beragam jawaban langsung disampaikan oleh para perempuan.
“Sampai berapa lamapun seorang ibu akan kuat menggendong anaknya tatkala sakit. Sebab seorang ibu menggendong anaknya bukan dengan otot tetapi perasaan dan hati. Memasak ini hanya salah satu dari sekian banyak tugas istri di rumah. Oleh karena itu, jika masakan istrinya kurang enak tetap harus dihargai sebagai bentuk rasa cinta dan saying kepada istrinya,” pungkasnya. (wan/abh)



COMMENTS