Penulis : Wawan Bromo FM Kamis, 03/12/2015 DRINGU - Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari SE mengajak masyarakat untuk terus m...
Penulis : Wawan Bromo FM
Kamis, 03/12/2015
DRINGU - Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari SE mengajak masyarakat untuk terus melestarikan budaya gotong-royong dalam kehidupan sehari-hari. Sebab budaya gotong-royong itu merupakan salah satu warisan asli nenek moyang bangsa Indonesia.
Pernyataan tersebut disampaikan Bupati Tantri saat melakukan kegiatan gotong-royong bersama masyarakat di Desa Kalirejo Kecamatan Dringu, Kamis (03/12) di halaman SDN Kalirejo II Kecamatan Dringu. Dalam kesempatan tersebut, Bupati Tantri hadir didampingi oleh Kasdim 0820 Probolinggo Mayor Inf. Winarso dan sejumlah Kepala SKPD di lingkungan Pemkab Probolinggo.
“Budaya gotong-royong harus kita galakkan kembali, yang salah satunya merupakan upaya untuk pendukung program pembangunan yang dicanangkan Pemerintah Kabupaten Probolinggo. Saya berharap supaya kegiatan gotong royong ini terus dilakukan, minimal dua minggu sekali dengan melibatkan semua masyarakat,” ungkapnya.
Saat tiba di lokasi, Bupati Tantri langsung melakukan peresmian jalan paving bernama “Jalan Santri”. Selanjutnya bersama Kasdim 0820 Mayor Inf. Winarso dan anggota TNI, Bupati Tantri melakukan penanaman pohon sekaligus meninjau kegiatan posyandu.
Orang nomor satu di Kabupaten Probolinggo ini juga melihat dari dekat kegiatan senam bersama yang dilakukan oleh para lansia (lanjut usia). Tidak lupa, Bupati Tantri juga melihat dari pameran produk-produk unggulan yang dihasilkan masyarakat Desa Kalirejo Kecamatan Dringu.
Menurut Bupati Tantri, kegiatan ini sangat penting sekali untuk mengingatkan kepada pemuda sebagai generasi muda tentang pentingnya budaya gotong-royong. Oleh karena itu, orang tua harus memberikan contoh yang baik kepada anaknya.
“Gotong royong ini penting dilakukan. Salah satunya untuk mengajak para pemuda untuk bersama-sama menjaga lingkungan. Seperti menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan dengan cara mengaktifkan kegiatan siskamling,” pungkasnya. (wan/abh)


COMMENTS