Penulis : Dimaz Bromo FM Kamis, 17/12/2015 PROBOLINGGO – Upaya Pemkab Probolinggo untuk meningkatkan IPM (Indeks Pembangunan Manusia)...
Penulis : Dimaz Bromo FM
Kamis, 17/12/2015
Posisi tersebut lebih baik jika dibandingkan dengan posisi sebelumnya pada tahun 2013 yang berada pada posisi 37 dari 38 kabupaten/kota. Peringkat tersebut didasarkan pada data perkembangan IPM tahun 2014, namun baru dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2015. Dengan demikian, peringkat IPM Kabupaten Probolinggo naik lima tingkat dari posisi sebelumnya.
Terkait metode penghitungan perkembangan IPM, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Probolinggo Dewi Korina mengatakan, sejak tahun 2014 lalu diterapkan metode baru. Dalam hal ini menggunakan metode yang diterapkan UNDP (United Nation Development Programme).
Metode tersebut berbeda dengan motode lama. Perbedaannya terletak pada komponen angka harapan lama sekolah. Sebelumnya komponen tersebut indikatornya menggunakan angka melek huruf atau buta aksara. “Pada metode baru indikator melek huruf sudah tidak terpakai. Tapi sudah menggunakan komponen lama sekolah,” terangnya.
Dengan metode tersebut, Kabupaten Probolinggo naik ke peringkat 32. Kabupaten Probolinggo mengalahkan daerah lain seperti 4 kabupaten di pulau Madura seperti Sumenep, Sampang, Pamekasan dan Bangkalan. Selain itu, Jember dan Lumajang juga berada di bawah Kabupaten Probolinggo.
Namun, Kabupaten Probolinggo masih kalah dengan Bondowoso yang berada setingkat di atasnya. “Daerah dengan paling tinggi IPM adalah Kota Malang dengan nilai 78,96. Kabupaten Probolinggo mempunyai nilai 63,04,” sebutnya.
Salah satu yang menjadi pekerjaan rumah Pemkab Probolinggo yakni masih tingginya angka putus sekolah. “Di beberapa kecamatan memang angka putus sekolah masih tinggi. Ini PR (pekerjaan rumah, red) kami bersama agar ke depan IPM Kabupaten Probolinggo semakin meningkat,” tegasnya.
Capaian ini mendapat apresiasi dari Wakil Bupati Probolinggo Drs. HA. Timbul Prihanjoko. “Ini pencapaian yang bagus. Tapi kami minta seluruh elemen Pemkab Probolinggo dan masyarakat tidak berpuas diri,” katanya ketika memimpin rakor (rapat koordinasi) pengentasan kemiskinan di rumah dinasnya, Rabu (16/12).
Menurut Wabup Timbul, capaian tersebut merupakan kinerja luar biasa dari seluruh jajaran Pemkab Probolinggo yang didukung masyarakat. Ia meminta capaian itu tak membuat jajaran SKPD Pemkab Probolinggo lengah. “Pemkab harus tetap memprioritaskan pembangunan di berbagai aspek. Kaji poin mana yang masih lemah, lalu perkuat,” tegasnya.
Penguatan lintas sektor harus dilakukan bersama-sama oleh seluruh SKPD. “Peningkatan IPM adalah PR bersama. Bukan PR masing-masing SKPD,” terangnya.
Untuk itu pihaknya meminta pada seluruh SKPD untuk lebih fokus dalam merencanakan semua programnya. “Ego sektoral harus dibuang jauh-jauh. Program ke depan jangan sampai tumpang tindih. Karena pada praktik di lapangan, saya amati masih ada program yang tumpang tindih antar SKPD,” ungkapnya.
Dengan pola pembangunan yang lebih tertata, IPM pada tahun-tahun mendatang diyakini Wabup Timbul akan terus meningkat secara signifikan. “Harapan kami seperti itu. Dengan terus dievaluasi seperti ini harapannya IPM Kabupaten Probolinggo semakin meningkat,” pungkasnya. (maz/abh)


COMMENTS