Penulis : Wawan Bromo FM Selasa, 08/12/2015 KRAKSAAN – Setelah mendapatkan materi menjahit dari narasumber selama kurang lebih ...
Penulis : Wawan Bromo FM
Selasa, 08/12/2015
Selanjutnya 15 orang kader KB dan santri pondok pesantren (ponpes) dari Kecamatan Gending, Pajarakan, Kraksaan, Paiton, Besuk, Krejengan, Pakuniran, Kotaanyar, Gading dan Banyuanyar ini diharapkan memiliki jiwa entrepreneur (wirausaha) agar mampu mengembangkan ketrampilannya.
Penutupan pelatihan menjahit ini dihadiri oleh Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan BPPKB Kabupaten Probolinggo Amalia Etiq Primahayu, Kepala Yayasan Bina Sholehah Hj Sholehah Zain, Kasubbag Umum dan Kepegawaian Kecamatan Kraksaan Mochamad Yasin dan para Koordinator PLKB.
Dalam sambutannya Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan BPPKB Kabupaten Probolinggo Amalia Etiq Primahayu mengungkapkan bahwa pelatihan menjahit ini dilakukan demi mendukung pembangunan di bidang ekonomi masyarakat serta sebagai upaya untuk meningkatkan kompetensi dan keahlian dalam menjahit.
“Ini baru langkah awal untuk menghasilkan karya-karya selanjutnya. Oleh karena itu, mohon ketrampilan yang dimiliki terus dikembangkan dengan baik. Untuk mewujudkan hal tersebut, maka harus memiliki jiwa entrepreneurship,” ungkapnya.
Sementara Kepala Yayasan Bina Sholehah Hj Sholehah Zain mengharapkan agar ketrampilan yang dimiliki bisa membantu ekonomi keluarga. Pelatihan ini merupakan langkah maju bagaimana menciptakan seorang entrepreneur di Kabupaten Probolinggo. “Semoga ketrampilan menjahit ini mampu menjadi sumber penghasilan untuk menambah pendapatan keluarga,” katanya.
Dalam penutupan tersebut, para kader KB dan santri mendapatkan sertifikat dan papan nama menjahit di bawah naungan Yayasan Bina Sholehah dari BPPKB Kabupaten Probolinggo. (wan/abh)


COMMENTS