Penulis : Wawan Bromo FM Senin, 01/12/2015 KRAKSAAN – Memasuki akhir bulan Nopember 2015, harga komoditas pertanian sayuran di bebe...
Penulis : Wawan Bromo FM
Senin, 01/12/2015
KRAKSAAN – Memasuki akhir bulan Nopember 2015, harga komoditas pertanian sayuran di beberapa pasar tradisional di Kabupaten Probolinggo naik secara drastis. Kenaikan paling tinggi dialami oleh lombok kecil hingga mencapai 60% dari Rp 10.000/kg menjadi Rp 16.000/kg.Komoditas pertanian sayuran lain yang harganya naik meliputi lombok merah besar dari Rp 8.000/kg menjadi Rp 10.000/kg atau 25,0%, kentang dari Rp 8.000/kg menjadi Rp 9.000/kg atau 12,5%, tomat dari Rp 2.000/kg menjadi Rp 2.500/kg atau 25,0% serta kol bulat dari Rp 8.000/kg menjadi Rp 9.000/kg atau 12,5%.
Sisi lain harga sejumlah komoditas pertanian lain masih fluktuatif. Hanya komoditas pertanian beras IR 64 Medium yang harganya turun dari Rp 8.500/kg menjadi Rp 8.000/kg atau sekitar 5,9%.
Sementara komoditas pertanian lain harganya masih stabil dan tidak ada perubahan dari minggu sebelumnya. Beras IR 64 Super sebesar Rp 9.500/kg, beras IR 64 Premium sebesar Rp 9.000/kg, jagung kuning pipilan kering sebesar Rp 5.000/kg, kedelai sebesar Rp 7.500/kg dan kacang hijau sebesar Rp 20.000/kg. Selanjutnya bawang merah sebesar Rp 13.000/kg, bawang putih sebesar Rp 19.000/kg dan wortel sebesar Rp 14.000/kg.
“Perkembangan harga komoditas pertanian ini didapat dari kegiatan penyusunan informasi harga pasar. Dari hasil survei, harga sayuran harganya naik karena stok kurang dan permintaan meningkat,” ungkap Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Probolinggo Mahbub Zunaidi, Senin (30/11). (wan/abh)


COMMENTS