Penulis : Dimaz Bromo FM Selasa, 29/12/2015 KOTAANYAR - Warga Desa Sukorejo Kecamatan Kotaanyar Kabupaten Probolinggo mempunyai tra...
Penulis : Dimaz Bromo FM
Selasa, 29/12/2015
Selasa, 29/12/2015
KOTAANYAR - Warga Desa Sukorejo Kecamatan Kotaanyar Kabupaten Probolinggo mempunyai tradisi unik berupa ‘Ojhung’ yang hingga kini masih tetap dipertahankan. Ojhung dilakukan bertujuan untuk meminta turun hujan.
Tradisi ojhung adalah sebuah pertandingan saling memukul menggunakan rotan dengan peserta laki-laki yang berusia rata-rata antara 17 hingga 50 tahun dengan diiringi musik gamelan khas Kabupaten Probolinggo. Ketika wasit memberi aba-aba, semua peserta pun dengan tangkas saling memukul badan lawannya menggunakan rotan.
Panasnya sekujur tubuh akibat lecutan rotan lawan inilah yang konon akan mendatangkan rasa iba pada sang pemilik kehidupan untuk segera menumpahkan air hujan agar segala panasnya badan dapat terbasuh.
Peserta ojhung tersebut diikuti dari ratusan peserta mulai dari dalam dan luar daerah Kabupaten Probolinggo. Seperti Bondowoso, Situbondo dan daerah lain di Jawa Timur.
Kepala Desa Sukorejo Abdul Halim mengungkapkan bahwa tradisi ojhung ini merupakan tradisi turun temurun dari nenek moyang yang memang digelar untuk mendatangkan hujan. Warga sudah meyakini ritual ojhung ini sebagai puji-pujian melalui aksi memukul menggunakan rotan.
“Aksi saling pukul ini tidak membahayakan dan tidak merugikan pemain dan menjadi kesenangan tersendiri. Tradisi ini memang harus dilakukan untuk mendatangkan hujan. Ini bagian dari tradisi saja, yang menentukan turunnya hujan itu hanya Allah,” ujarnya.
Sementara Hasin, warga setempat mengungkapkan bahwa tradisi ojhung ini memang dilakukan sebelum hujan turun. Bahkan, meski saat ini sebagian besar daerah lain turun hujan, namun di Desa Sukorejo masih belum turun hujan.
“Saat ini warga masih kebingungan air untuk mengairi sawahnya. Dari itu kami disini melaukan ritual ojhung ini agar hujan turun seperti di daerah lainnya. Ini tradisi dari nenek moyang kami dahulu yang tetap dipertahankan,” bebernya.
Mewakili warga, Hasin berharap hujan akan segera turun dengan ridho yang maha kuasa. Karena sampai saat ini petani di Desa Sukorejo masih menggunakan mesin penyedot air untuk mengairi sawahnya. (maz/abh)


COMMENTS