Penulis : Dimaz Bromo FM Selasa 22/12/2015 SUKAPURA - Setelah ditutup sejak awal Desember akibat meningkatnya status gunung Bromo...
Penulis : Dimaz Bromo FM
Selasa 22/12/2015
SUKAPURA - Setelah ditutup sejak awal Desember akibat meningkatnya status gunung Bromo, kunjungan wisata di kawasan itu anjlok. Namun, bagi wisatawan yang ingin ke Bromo, tetap dapat menikmati wisata erupsi Gunung Bromo. Wisata ini menyajikan pemandangan utama kepulan asap yang keluar dari kawah gunung tersebut.
Di wilayah Kabupaten Probolinggo, erupsi Gunung Bromo ini dapat dinikmati dari Bukit Seruni Poin atau Penanjakan 2, Cemoro Lawang dan Bukit Mendigen di Desa Ngadisari Kecamatan Sukapura. Di Bukit Mendigen yang lokasinya dekat pos pantau PVBMG, wistawan juga bisa melihat sunrise dan sunset. Selain di Kecamatan Sukapura, wisata erupsi Gunung Bromo juga bisa dinikmati di B-29 Desa Ledok Ombo Kecamatan Sumber.
“Berdasarkan pengalaman erupsi tahun 2010, kami berkonsultasi pada para ahlinya seperti vulkanologi dan pengelola Taman Nasional Bomo Tengger Semeru (TNBTS). Wisata erupsi gunung Bromo ini dipastikan aman asal wisatawan mengikuti rambu dan petunjuk yang diberikan,” ujar Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE.
Bupati Tantri berharap dengan wisata erupsi ini maka perekonomian masyarakat sekitar utamanya pelaku jasa wisata di sana bisa kembali bergairah. Tidak hanya wisata erupsi Gunung Bromo, wisata Pedukuhan Seruni juga bisa menjadi alternatif. “Wisata ini tetap di luar 2,5 kilometer dari kawah Bromo. Di mana batas aman Gunung Bromo saat ini memang masih 2,5 kilometer dari bibir kawah,” tuturnya.
Sejak terjadinya erupsi Gunung Bromo, menurut Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Probolinggo Digdoyo Djamaluddin, tingkat okupansi hotel di Bromo turun hingga 50 persen. “Karenanya kami membidik erupsi ini sebagai The Best Smoke in The World. Sehingga menjadi daya tarik agar wisatawan,” ungkapnya.
Berdasar data dari PVMBG pos pantau Gunung Bromo di Dusun Cemorolawang Desa Ngadisari Kecamatan Sukapura, hingga kini status gunung tersebut masih siaga level 3. Hari ini tercatat tremor masih terjadi dengan amplitudo maksimal 3-27 milimeter, dengan tinggi asap 900 meter dari bibir kawah mengarah ke timur. (maz/abh)



COMMENTS