Penulis : Wawan Bromo FM Senin, 14/12/2015 KRAKSAAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) me...
Penulis : Wawan Bromo FM
Senin, 14/12/2015
Kendaraan operasional yang diserahkan terdiri dari 5 unit ambulan jenis Isuzu Pick Up LC Deluxe dan 3 unit puskesmas keliling (pusling) jenis Isuzu D-Max. Pembelian 5 unit ambulan ini dilakukan secara katalog seharga Rp 1.385.525.000 atau Rp 277.105.000 per unit. Sementara untuk 3 unit pusling dan peralatan kesehatannya dibeli dengan harga Rp 1.437.437.430.
Untuk ambulan diserahkan kepada Puskesmas Gending, Puskesmas Leces, Puskesmas Bantaran, Puskesmas Pakuniran dan Puskesmas Wangkal. Sedangkan pusling diberikan kepada Puskesmas Tiris, Puskesmas Sumber dan Puskesmas Krucil.
Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo dr. Shodiq Tjahjono mengharapkan agar pemanfaatan ambulan dan pusling ini benar-benar dilakukan untuk meningkatkan pelayanan rujukan masyarakat.
“Ambulan dan pusling ini jangan hanya berada di puskesmas saja, tetapi harus bisa pro aktif jemput bola kepada masyarakat. Jalin komunikasi yang baik dengan petugas kesehatan yang ada di desa,” ujarnya.
Khusus untuk mobil ambulan jelas Shodiq, nantinya akan dilengkapi dengan infant incubator yang sifatnya supaya bayi yang dirujuk tidak mengalami hipotermia dan bisa lebih stabil karena berada dalam incubator. “Ini merupakan salah satu upaya peningkatan pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” katanya.
Hanya saja Shodiq mengakui jika SDM yang mampu mengoperasionalkan ambulan dan pusling kurang. Sehingga terkadang petugas kesehatan, perawat hingga kepala puskesmas yang mengoperasionalkan sendiri mobil-mobil tersebut agar pelayanan bisa dilakukan dengan cepat.
“Kami memang mempunyai ambulan dan pusling yang banyak. Hanya saja personil SDM yang bisa jadi sopirnya kurang. Mudah-mudahan ke depan kami bisa mengajukan tambahan SDM sehingga pelayanan bisa dilakukan secara maksimal,” jelasnya.
Menurut Shodiq, saat ini Dinkes memiliki 66 unit dan 17 driver. Tentunya hal ini tidak seimbang jika dituntut memberikan pelayanan yang maksimal. “Tetapi kami tetap berupaya agar semuanya berjalan sesuai dengan harapan masyarakat,” terangnya.
Lebih lanjut Shodiq meminta agar para petugas di puskesmas mengerti tentang hak dan kewajibannya dalam melakukan perawatan terhadap ambulan dan pusling. “Rawat baik-baik ambulan dan pusling ini supaya terus memberikan manfaat dalam melayani masyarakat. Buatkan pelindung supaya tidak kepanasan dan kehujanan,” pungkasnya. (wan/abh)


COMMENTS