Penulis : Dimaz Bromo FM Rabu, 09/12/2015 PROBOLINGGO - Karena Gunung Bromo sudah erupsi, rapat koordinasi (rakor) kesiapsiagaan eruspi G...
Penulis : Dimaz Bromo FM
Rabu, 09/12/2015
PROBOLINGGO - Karena Gunung Bromo sudah erupsi, rapat koordinasi (rakor) kesiapsiagaan eruspi Gunung Bromo langsung digelar Selasa (8/12) sore dengan melibatkan BNPB, BMKG Wilayah III Bandara Juanda, TN-BTS, BPBD dan Forkopimka dari empat wilayah terdekat masing-masing daerah. Yakni, Kabupaten Probolinggo, Pasuruan, Lumajang serta Malang.
Dalam rakor yang digelar di sebuah hotel di Jalan Raya Bromo Kota Probolinggo tersebut dihasilkan tujuh poin penting kontijensi untuk mengantisipasi dampak erupsi Gunung Bromo yang sudah terjadi saat ini.
Ketujuh poin itu adalah penetapan status Gunung Bromo harus ada komando, perkembangan kegempaan harus sampai kepada masyarakat, pembentukan forum Bromo, penyelenggaraan gladi bersih atau simulasi tanggap bencana, pengaktifan rencana kontijensi (renkon), penyiapan rencana operasi serta pengujian renkon.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Dwijoko Nurjayadi mengatakan kalau pihaknya sudah berkoordinasi dengan masyarakat Tengger serta tokoh adat Hindu Tengger terkait kesiapsiagaan terjadinya bencana erupsi gunung Bromo.
“Kami sudah melakukan pendekatan dan rapat, jika sewaktu-waktu terjadi bencana erupsi Gunung Bromo. Nah, sekarang ini erupsi sudah mulai terjadi. Sehingga kami memang sudah siap,” katanya.
Dalam kesempatan itu, BNPB memaparkan kesiapsiagaannya memberikan bantuan logistik kepada warga terdampak dan akan didistribusikan berkala melalui BPBD di 4 wilayah terdampak sesuai kebutuhan dan yang paling parah di 3 kecamatan di Kabupaten Probolinngo.
“Kami melakukan rakor kesiapsiagaan bencana erupsi Bromo di 4 wilayah terdampak. Diantaranya bantuan logistik dan evakuasi warga jika gunung Bromo sewaktu-waktu erupsinya semakin parah,” kata Direktur Kesiapsiagaan BNPB Medi Herlianto.
Pada rakor juga diketahui bahwa hujan abu saat ini telah mengguyur tiga kawasan rawan bencana di tiga kecamatan terdekat di wilayah Kabupaten Probolinggo yang meliputi Sukapura, Lumbang dan Sumber. Dengan jumlah penduduk sebanyak 34.392 jiwa dan 6.417 unit rumah.
Hingga saat ini, aktivitas seismik Gunung Bromo terus meningkat mencapai amplitudo maksimal 25 milimeter disertai gemuruh dan semburan material vulkanik kelabu kecoklatan. Hujan abu vulkanik dirasakan warga suku Tengger dengan radius 21 kilometer dari bibir kawah. (maz/abh)
Rabu, 09/12/2015
PROBOLINGGO - Karena Gunung Bromo sudah erupsi, rapat koordinasi (rakor) kesiapsiagaan eruspi Gunung Bromo langsung digelar Selasa (8/12) sore dengan melibatkan BNPB, BMKG Wilayah III Bandara Juanda, TN-BTS, BPBD dan Forkopimka dari empat wilayah terdekat masing-masing daerah. Yakni, Kabupaten Probolinggo, Pasuruan, Lumajang serta Malang.Dalam rakor yang digelar di sebuah hotel di Jalan Raya Bromo Kota Probolinggo tersebut dihasilkan tujuh poin penting kontijensi untuk mengantisipasi dampak erupsi Gunung Bromo yang sudah terjadi saat ini.
Ketujuh poin itu adalah penetapan status Gunung Bromo harus ada komando, perkembangan kegempaan harus sampai kepada masyarakat, pembentukan forum Bromo, penyelenggaraan gladi bersih atau simulasi tanggap bencana, pengaktifan rencana kontijensi (renkon), penyiapan rencana operasi serta pengujian renkon.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Dwijoko Nurjayadi mengatakan kalau pihaknya sudah berkoordinasi dengan masyarakat Tengger serta tokoh adat Hindu Tengger terkait kesiapsiagaan terjadinya bencana erupsi gunung Bromo.
“Kami sudah melakukan pendekatan dan rapat, jika sewaktu-waktu terjadi bencana erupsi Gunung Bromo. Nah, sekarang ini erupsi sudah mulai terjadi. Sehingga kami memang sudah siap,” katanya.
Dalam kesempatan itu, BNPB memaparkan kesiapsiagaannya memberikan bantuan logistik kepada warga terdampak dan akan didistribusikan berkala melalui BPBD di 4 wilayah terdampak sesuai kebutuhan dan yang paling parah di 3 kecamatan di Kabupaten Probolinngo.
“Kami melakukan rakor kesiapsiagaan bencana erupsi Bromo di 4 wilayah terdampak. Diantaranya bantuan logistik dan evakuasi warga jika gunung Bromo sewaktu-waktu erupsinya semakin parah,” kata Direktur Kesiapsiagaan BNPB Medi Herlianto.
Pada rakor juga diketahui bahwa hujan abu saat ini telah mengguyur tiga kawasan rawan bencana di tiga kecamatan terdekat di wilayah Kabupaten Probolinggo yang meliputi Sukapura, Lumbang dan Sumber. Dengan jumlah penduduk sebanyak 34.392 jiwa dan 6.417 unit rumah.
Hingga saat ini, aktivitas seismik Gunung Bromo terus meningkat mencapai amplitudo maksimal 25 milimeter disertai gemuruh dan semburan material vulkanik kelabu kecoklatan. Hujan abu vulkanik dirasakan warga suku Tengger dengan radius 21 kilometer dari bibir kawah. (maz/abh)


COMMENTS