Penulis : Dimaz Bromo FM Minggu, 06/12/2015 DRINGU – Sejak tahun 1999 silam, Anis Nur Laily bekerja sebagai tenaga honorer dan bert...
Penulis : Dimaz Bromo FM
Minggu, 06/12/2015
DRINGU – Sejak tahun 1999 silam, Anis Nur Laily bekerja sebagai tenaga honorer dan bertugas sebagai bidan desa di Desa Dringu Kecamatan Dringu. Lamanya mengabdi bersama masyarakat, membuat perempuan kelahiran Banyuwangi, 16 April 1977 ini semakin dekat dengan masyarakat dan sudah dianggap seperti keluarganya sendiri.Bahkan anak pertama dari empat bersaudara pasangan Sunar dan Ngaisa ini bertekad untuk menurunkan jumlah Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di tempat tugasnya.
“Alhamdulillah, para pasien yang pernah saya layani mengaku senang dan puas atas pengorbanan yang saya lakukan dalam membantu melaksanakan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dengan baik. Semua ini saya lakukan untuk memberikan pelayanan yang optimal pada pasien agar kesejahteraan ibu dan bayi dapat terjamin,” ujarnya.
Alumni Akademi Kebidanan di Stikes Hafsawaty Zainul Hasan Genggong ini menambahkan, menjadi seorang bidan tidak mengenal waktu dan tidak mengenal lelah. Hal itu terkait tugasnya di bidang kesehatan terutama kepada para ibu hamil (Bumil) dan ibu bersalin (Bulin). ”Semuanya merupakan tugas dan kewajiban seorang bidan untuk membantu pelayanan kesehatan para ibu hamil dan ibu melahirkan,” terangnya.
Menurut perempuan yang mengenyam pendidikan SD di SDN Bulurejo 2 Kabupaten Banyuwangi ini, menolong orang lain merupakan kebiasaan yang sering dilakukannya sejak kecil. “Pengalaman yang tidak bisa saya lupakan adalah dapat menolong proses persalinan dan mampu menyelamatkan nyawa ibu maupun nyawa bayinya,” ujarnya.
Perempuan berdarah Banyuwangi ini mengaku, sedih ketika menolong ibu melahirkan dengan kondisi bayi mengalami cacat bawaan. Tetapi ia merasa bertanggung jawab dan langsung mendaftarkan bayi dengan cacat bawaan tersebut ke Koordinator Kegiatan Kesejahteraan Sosial (K3S) Kabupaten Probolinggo. Tujuannya agar bayi itu mendapat penanganan yang serius untuk dilaksanakan operasi gratis. (maz/abh)


COMMENTS