Penulis : Dimaz Bromo FM Jumat, 25/12/2015 KRAKSAAN - Tragedi ambrolnya atap galvalum dua sekolah berbeda dalam waktu hampir bersama...
Penulis : Dimaz Bromo FM
Jumat, 25/12/2015
KRAKSAAN - Tragedi ambrolnya atap galvalum dua sekolah berbeda dalam waktu hampir bersamaan, cukup mengejutkan Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE. Pihaknya pun lantas meminta pengkajian lebih dulu sebelum dilakukan pemasangan atap galvalum tersebut. Sehingga, kejadian bencana serupa tidak terjadi ke depan harinya.Menurut Bupati Tantri, peristiwa itu cukup mengagetkan. Meskipun semua itu sebuah musibah yang tidak disangka atau diharapkan untuk terjadi. Perlu adanya antisipasi dan pencegahan terjadinya atap galvalum bangunan ambruk. Mengingat, pemasangan atap galvalum itu sendiri ditetapkan dalam spesifikasi pembangunan.
“Perlu adanya pengkajian dulu sebelum pemasangan atap galvalum. Pihak rekanan harus lebih bertanggung jawab dengan mengkaji seberat kuat atap galvalum itu dengan beban genteng sekian atau lainnya. Sehingga, tidak sampai terjadi kelebihan beban pada atap galvalum yang mengakibatkan tidak kuat atau lainnya,” katanya.
Selain itu tambah Bupati Tantri, pihaknya juga akan membahas bersama soal penetapan spesifikasi pemasangan atap galvalum tersebut. ”Nanti akan kami bahas juga, soal spesifikasi atap galvalum itu harus atau bisa dirubah dengan bahan lain (kayu),” ujarnya.
Diketahui sebelumnya, Sabtu (19/12) lalu, atap galvalum dua ruang SDN Tamansari Kecamatan Kraksaan tiba-tiba ambruk sekitar pukul 09.30. Ruangan yang ambruk adalah ruang kelas VI dan ruang guru. Beruntungnya, kejadian itu terjadi setelah kegiatan pembagian raport di ruang kelas VI. Sehingga, tidak sampai memakan korban luka ataupun meninggal dunia.
Sehari setelah kejadian di SDN Tamansari Kecamatan Kraksaan. Giliran atap galvalum dua ruang kelas SDN Karanggeger 2 Kecamatan Pajarakan yang ambruk. Kejadian itu diduga terjadi pada malam hari. Namun, ambruknya atap dua kelas itu diketahui minggu siang. (maz/abh)


COMMENTS