Penulis : Dimaz Bromo FM Rabu, 30/12/2015 SUKAPURA - Hingga Senin (28/12), ratusan hektar lahan pertanian warga Tengger di lereng Gun...
Penulis : Dimaz Bromo FM
Rabu, 30/12/2015
SUKAPURA - Hingga Senin (28/12), ratusan hektar lahan pertanian warga Tengger di lereng Gunung Bromo Kabupaten Probolinggo rusak pasca tertimbun debu vulkanis. Meski terancam gagal panen, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo belum akan memberikan bantuan kepada petani.Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE mengungkapkan bawah Pemkab Probolinggo sudah melakukan pemetaan terhadap kerusakan yang ditimbulkan abu vulkanis Bromo. “Sampai detik ini, kami sudah menginventarisir, tetapi laporan di lapangan masih belum terdampak signifikan terhadap lahan pertanian,” ujarnya.
Bupati Tantri mengatakan Pemkab akan turun tangan, jika aktivitas Gunung Bromo sudah kembali normal. Bantuan yang akan diberikan oleh Pemkab Probolinggo kepada petani nantinya berupa benih dan pupuk. Pasalnya, siklusnya erupsi Gunung Bromo diprediksi masih panjang seperti erupsi tahun 2010-2011. Apalagi, saat ini karaketristik Bromo pelan dan lama, tidak seperti erupsi 2004 yang berlangsung singkat.
“Benih dan pupuk sampai hari ini belum, karena jika kami beri benih dan pupuk, tentunya tidak akan terpakai. Tidak mungkinlah kami berikan bibit hari ini,” jelas bupati perempuan pertama di Kabupaten Probolinggo ini.
Berdasarkan data Dinas Pertanian Kabupaten Probolinggo, saat ini terdapat sedikitnya 676 hektar lahan pertanian di KRB 1 dan KRB 2 rusak berat pasca tertimbun debu. Masing-masing tanaman kentang seluas 414,5 hektar, sawi 63,5 hektar dan tomat seluas 16 hektar.
Jumlah ini belum termasuk kerusakan ringan di KRB 3, dengan radius lebih dari 15 kilo meter meliputi Kecamatan Lumbang, Kuripan, Wonomerto serta sebagian wilayah Kecamatan Sumber.
Kerusakan lahan pertanian terparah terjadi di Kawasan Rawan Bencana (KRB) 1, yang berada di radius 5 kilometer dari kawah Gunung Bromo. Kawasan ini meliputi Desa Ngadisari, Ngadirejo dan Ngadas Kecamatan Sukapura.
Kerusakan serupa juga terlihat di lahan pertanian Kawasan Rawan Bencana (KRB) 2, jarak 10 kilometer dari kawah Bromo. Diantaranya Desa Jetak, Wonotoro, Sariwani, Pakel, Sapikerep, Kedasih dan Wonokerto Kecamatan Sukapura. Serta Desa Ledok Ombo dan Sumberanom di Kecamatan Sumber.
Sayuran khas warga Suku Tengger seperti kentang, kubis, bawang prei, sawi hingga tomat tertutupi debu vulkanis. Khusus tanaman kentang, dipastikan gagal panen, karena benih kentang yang baru berusia satu bulan membusuk akibat tidak kuat tertimbun material panas debu vulkanis. (maz/abh)


COMMENTS