Penulis : Dimaz Bromo FM Jum'at 18/12/2015 SUKAPURA – Peningkatan aktivitas kegempaan di Gunung Bromo dianggap bisa berdampak...
Penulis : Dimaz Bromo FM
Jum'at 18/12/2015
SUKAPURA – Peningkatan aktivitas kegempaan di Gunung Bromo dianggap bisa berdampak positif pada kunjungan wisatawan. Karena suasana meningkatnya aktivitas vulkanik obyek wisata ini dianggap sangat menarik untuk dilihat.
Demikian disampaikan oleh Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Probolinggo Digdoyo Jamaludin. Menurutnya, akhir pekan lalu sebanyak 60 pengusaha hotel dan restoran berkumpul di salah satu restoran di Kecamatan Sukapura. Pertemuan tersebut untuk mengantisipasi dan mencari solusi terkait dengan situasi terkini Gunung Bromo.
Pertemuan itu bukannya tanpa alasan, pasalnya dalam tiga minggu terakhir tingkat hunian menurun hingga 50 persen. Penurunan tersebut disebabkan karena pembatalan dari wisatawan. “Mereka sudah DP tapi dibatalkan. Yang batalkan 50 persen, tingkat huniannya juga menurun 50 persen,” katanya.
Padahal dengan adanya siklus lima tahunan ini merupakan fenomena yang langka yang tidak terjadi setiap saat. “The best eksotisme in the world, ada kepulan asap di dunia yang indah ketika siklus lima tahunan ini,” ujarnya.
Meski demikian, pria asal Kota Kraksaan ini mengaku untuk meyakinkan wisatawan dan berkunjung ke Gunung Bromo ini sangat sulit dilakukan jika tidak dilakukan dengan cara kebersamaan oleh semua pihak, baik itu Taman Nasional Bromo Tenger Semeru (TNBTS) maupun Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
Hal itu dilakukan untuk meyakinkan masyarakat bahwa saat ini Gunung Bromo masih aman dikunjungi meski masih ada larangan tidak boleh ke atas kawah. “Meskipun media apapun mengangkatnya sangat boleh, justru itu merupakan ajang promosi terbaik untuk Gunung Bromo. Bisa datang ke bromo dan tidak ada masalah,” pungkasnya. (maz/abh)


COMMENTS