Penulis : Dimaz Bromo FM Rabu, 02/12/2015 KRAKSAAN - Jumlah penderita HIV/Aids di Kabupaten Probolinggo sudah terbilang sangat meng...
Penulis : Dimaz Bromo FM
Rabu, 02/12/2015
KRAKSAAN - Jumlah penderita HIV/Aids di Kabupaten Probolinggo sudah terbilang sangat mengkhatirkan. Jumlahnya pada kurun waktu enam tahun sejak tahun 2009 menembus angka 1.030 pederita. Dari jumlah tersebut, 317 orang penderita sudah dilaporkan meninggal dunia akibat terjakit virus HIV/Aids.Hal tersebut ditegaskan oleh Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo dr. Shodiq Tjahjono melalui Kabid Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Ari Suciati.
Menurut Ari, meski secara umum tahun 2015 jumlah angka penderita HIV/Aids di Kabupaten Probolinggo menurun, namun jika melihat data dari enam tahun terakhir jumlahnya cukup mengerikan hingga mencapai 1.030 jiwa. Bahkan pernah tercatat 240 orang dalam setahun terjangkit penyakit mematikan ini.
“HIV/Aids masih menjadi virus yang mematikan dan menakutkan. Tetapi, bukan berarti masyarakat harus menjauhi ataupun mengucilkan penderita tersebut. Malahan, penderita HIV/Aids itu membutuhkan dukungan dan semangat dari masyarakat, khususnya orang terdekat,” ujarnya.
Ari menegaskan bahwa memang HIV/Aids itu mematikan. Tapi, setidaknya ada proses yang bisa dilakukan untuk menguatkan daya tahan tubuh, untuk tetap bisa bertahan. Selain itu, ada dorongan semangat untuk sembuh dari orang sekelilingnya.
”Penderita HIV/Aids terbanyak justru malah dialami oleh para Ibu Rumah Tangga (IRT) dengan jumlah sebanyak 210 kasus lebih. Mereka terjangkiti oleh pasangannya sendiri,” paparnya .
Lebih lanjut Ari menejelaskan, IRT tertulari karena suaminya suka jajan PSK. Jika ibu hamil dan mengidap gejala Aids harus diberi cairan ART (Anti Retroferil Terapy) secara dini untuk menghindari peneluran HIV/Aids tersebut. “Banyak upaya yang kita tempuh untuk menekan jumlah penderita Aids melalui program preventif dan penanganan dini,” pungkasnya. (maz/abh)


COMMENTS