Penulis : Dimaz Bromo FM Jum'at, 18/12/2015 KRAKSAAN - Sebanyak 1.698 guru sudah mengikuti Uji Kompetensi Guru (UKG) susulan....
Penulis : Dimaz Bromo FM
Jum'at, 18/12/2015
KRAKSAAN - Sebanyak 1.698 guru sudah mengikuti Uji Kompetensi Guru (UKG) susulan. Kebanyakan guru yang ikut dalam ujian susulan tersebut berasal dari guru PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini). Ujian tersebut dilaksanakan Selasa (15/12) hingga Kamis (17/12).
Dalam pelaksanaan UKG, Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Probolinggo menunjuk dua lokasi. Penunjukan lokasi tersebut atas rekomendasi dari LPMP (Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan) yang sebelumnya sudah melakukan survey lokasi.
Dua lokasi tersebut yakni SMKN 2 Kraksaan dan SMK Syekh Abdul Qodir Al Jailani (SAQO). “Karena pesertanya tidak sebanyak yang pertama, makanya penyelenggaraan UKG ini hanya ada di dua tempat,” kata Kabid Tenaga Kependidikan Dispendik Kabupaten Probolinggo Edy Karyawan.
Terkait dengan peserta, Edy mengungkapkan hampir sama dengan peserta lain yang sebelumnya mengikuti UKG pada akhir November lalu. Yakni, guru sertifikasi dan guru yang telah mengantongi NUPTK (Nomor Unik Pendidik Tenaga Kependidikan) dan Nomor Registrasi ID.
Hanya saja yang mengikuti susulan ini adalah peserta yang berhalangan hadir dengan berbagai macam alasan pada akhir bulan lalu. Kemudian ditambah guru PAUD yang sebelumnya memang belum termasuk peserta UKG.
“Kemarin yang terdaftar 10.005, sedangkan yang ikut susulan UKG jumlahnya 1.698. Kenapa begitu banyak yang tidak ikut? Karena yang susulan ini kebanyakan berasal dari guru PAUD,” ujarnya.
Terkait dengan soal yang harus dikerjakan, sama persis dengan UKG sebelumnya. Dimana mereka mengerjakan empat mata pelajaran meliputi IPA, IPS, Matematika dan Pendidikan Agama.
Terkait dengan hasil UKG, Edy mengaku sampai saat ini pihaknya masih belum menerima rekapan dari Pemerintah Pusat. “Sebenarnya beberapa minggu yang lalu sudah dapat undangan, tapi saya sendiri berhalangan hadir karena undangannya terlambat, mungkin dalam waktu dekat nilai rekapannya akan dikirim,” ucapnya.
Setelah mengetahui, nilai dari setiap guru tersebut, nantinya akan dilanjutkan pelatihan terhadap guru yang dinilai kurang menguasai materi. “Nanti ada catatannya setiap masing-masing guru. Dari sana nanti pelajaran yang akan dilatih bergantung pada hasil UKG ini,” pungkasnya. (maz/abh)


COMMENTS