Penulis : Wawan Bromo FM Sabtu, 28/11/2015 SUKAPURA – Wakil Bupati (Wabup) Probolinggo Drs. HA Timbul Prihanjoko secara resmi menca...
Penulis : Wawan Bromo FM
Sabtu, 28/11/2015
SUKAPURA – Wakil Bupati (Wabup) Probolinggo Drs. HA Timbul Prihanjoko secara resmi mencanangkan Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) dan Bulan Menanam Nasional (BNM) serta Penanaman Pohon Serentak di Dusun Bonsengon Desa Sukapura Kecamatan Sukapura, Sabtu (28/11).Secara resmi, pencanangan tersebut ditandai dengan pemukulan kentongan serta pelepasan burung merpati oleh Wabup Timbul, Ketua TP PKK Kabupaten Probolinggo Hj. Nunung Timbul Prihanjoko didampingi oleh perwakilan jajaran Forkopimda (Forum Koordinasi Pimpinan Daerah) Kabupaten Probolinggo.
Hadir dalam pencanangan penanaman pohon serentak ini sejumlah Kepala SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) dan Forkopimka se Kabupaten Probolinggo, Administratur Perum Perhutani KPH Probolinggo.
Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) pada 28 Nopember 2015 dan Bulan Desember 2015 adalah Bulan Menanam Nasional (BMN) yang pelaksanaannya tanggal 28 Nopember 2015. Adapun temanya adalah “Ayo Kerja, Tanam dan Pelihara Pohon Untuk Hidup Yang Lebih Baik”.
Kepala Dinas Perkebunan dan Kehutanan (Disbunhut) Kabupaten Probolinggo Raharjo mengatakan pemilihan tempat/lokasi peringatan HMPI dan BMN di Dusun Bonsengon Desa Sukapura Kecamatan Sukapura dengan pertimbangan tempat strategis. “Sekaligus untuk melaunching pengembangan Tanaman Kopi Arabica di Kecamatan Sukapura,” ujarnya.
Menurut Raharjo, prediksi kontribusi Kabupaten Probolinggo dalam mendukung OBIT (One Billion Indonesia Trees) sampai dengan akhir Januari 2016 diperkirakan sebanyak 4.490.288 pohon terdiri dari sektor kehutanan sebanyak 3.208.816 pohon serta sektor lain dan gerakan moral masyarakat sebanyak 1.281.472 pohon.
“Adapun yang akan ditanam di sekitar lokasi pencanangan ini sebanyak 9.000 pohon terdiri dari sengon 2.000 batang, gemelina 2.000 batang dan kopi 5.000 batang,” jelasnya.
Sementara Wakil Bupati Probolinggo Drs. HA. Timbul Prihanjoko mengungkapkan hutan berperan sebagai penyangga kehidupan, baik berupa hasil hutan, kebutuhan pangan, ketersediaan air, sumber energi, oksigen, rekreasi dan konservasi.
“Kita turut prihatin bahwa masih terdapat kawasan hutan, hutan dan lahan yang belum direhabilitasi, walaupun kerusakan hutan dan lahan mengalami penurunan,” ungkapnya.
Menurut Wabup Timbul, lahan kritis di Kabupaten Probolinggo telah mengalami penurunan dari tahun ke tahun. Mulai tahun 2010 dengan jumlah lahan kritis seluas 39.475,00 hektar sampai dengan tahun 2014 menjadi 20.148,20 hektar. Hal ini telah terjadi penurunan seluas 19.326,80 hektar dalam kurun waktu 4 tahun.
“Dampak penurunan luas lahan kritis tersebut adalah pulihnya hutan dan lahan sebagaimana fungsinya sehingga dapat diolah kembali untuk mendukung kehidupan,” jelasnya.
Wabup Timbul menambahkan jumlah prediksi penanaman pohon melalui Gerakan Penanaman Satu Milyar Pohon pada tahun 2015 di Kabupaten Probolinggo mencapai 4.490.288 pohon. (wan/abh)


COMMENTS