Penulis : Dimaz Bromo FM Selasa, 03/11/2015 KRAKSAAN - Pembangunan Tol Pasuruan-Probolinggo sudah memasuki tahapan persiapan. Beberap...
Penulis : Dimaz Bromo FM
Selasa, 03/11/2015
KRAKSAAN - Pembangunan Tol Pasuruan-Probolinggo sudah memasuki tahapan persiapan. Beberapa minggu terakhir, Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat RI mulai melakukan sosialisasi kepada warga di daerah yang masuk jalur pembangunan tol Probolinggo Pasuruan. Di Probolinggo sendiri, ada 5 kecamatan yang bakal dilalui tol tersebut. Berdasar data yang dihimpun, tol Pasuruan-Probolinggo akan dibangun tahun 2017 mendatang. Tol sepanjang 31,3 kilometer ini akan melintasi tujuh kecamatan di Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Probolinggo dan Kota Probolinggo.
Di wilayah Probolinggo, tol itu melintasi Kecamatan Tongas, Kecamatan Sumberasih, Kecamatan Wonoasih (Kota Probolinggo), Kecamatan Wonomerto sampai Kecamatan Leces. Jadi, total ada 19 desa dan kelurahan yang bakal dilalui tol tersebut.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dari Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat RI Agus Winarmo mengatakan pada tahap persiapan, selain sosialisasi juga akan dilakukan persiapan pembebasan tanah. Tanah yang dibutuhkan untuk tol ini mencapai 271,17 hektare. Tahapan persiapan ini diberi jatah selama dua tahun sampai 2017.
Sementara, sosialisasi dan konsultasi publik rencana pembangunan jalan tol tersebut telah dilakukan di Balai Desa Kareng Kidul Kecamatan Wonomerto Kabupaten Probolinggo, Senin (26/10) lalu.
Selain dihadiri Muspika dan warga desa yang terkait dengan rencana pembangunan jalan tol tersebut, nampak hadir pula PPK Kementerian PU dan tim persiapan jalan tol dari Pemprov Jatim. Mereka didampingi para pejabat Pemkab Probolinggo.
Dalam sosialisasi tersebut, sejumlah warga mempertanyakan jika salah satu fasum desa nantinya akan terkena pembangunan proyek tol. Seperti masjid yang ada di Desa Kedungsupit dan sejumlah pemakaman umum di Desa Kareng Kidul Kecamatan Wonomerto. “Kami mempertanyakan itu. Apakah akan diganti atau akan bagaimana? Itu juga menjadi kebutuhan masyarakat,” kata Kepala Desa Kareng Kidul Suladi.
Untuk perkara tersebut, Agus Winarmo mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Kementerian Agama. “Nanti kami akan kordinasikan dulu dengan Kemenag. Apalagi masjidnya belum ada sertifikat hibah,” ungkapnya.
Terkait dengan fasum pemakaman umum, Agus menyatakan masih menunggu dari hasil musyawarah di tingkat desa. “Akan pindah dimana. Kami menunggu musyawarah desa. Yang jelas kami fasilitasi mereka,” tegasnya.
Menurutnya, setelah tahapan sosialisasi, mulai November pihaknya akan menetapkan lokasi yang akan dipakai tol Pasuruan-Probolinggo. “Nanti akan ditetapkan oleh Gubernur Jatim. Istilah kami pen-lok (penetapan lokasi, red),” lanjutnya.
Terkait dengan anggaran yang disediakan Pemerintah Pusat melalui APBN, Agus mengaku hal itu masih menunggu proses pembebasan tanah. “Nanti kami masih menunggu appraisal atau perkiraan harga. Yang jelas untuk pengadaan ini kami sediakan kurang dari Rp 1 triliun,” akunya.
Menurutnya, dengan dibangunnya tol tersebut tentu selain mengurai kepadatan kendaraan di jalur pantura juga akan mengangkat sektor ekonomi di daerah tersebut. “Bisa juga wisata dan pengembangan lain. Makanya, kami meminta kepada daerah agar menyiapkan hal itu semua. Setidaknya nanti setelah tol ini dibangun, pemerintah daerah sudah siap,” pungkasnya. (maz/abh)


COMMENTS