Penulis : Wawan Bromo FM Rabu, 11/11/2015 DRINGU – Kebutuhan daging sapi di Kabupaten Probolinggo cukup besar. Bahkan dalam beberap...
Penulis : Wawan Bromo FM
Rabu, 11/11/2015
DRINGU – Kebutuhan daging sapi di Kabupaten Probolinggo cukup besar. Bahkan dalam beberapa tahun terakhir ini meningkat secara signifikan. Peningkatan kebutuhan daging harus diimbangi dengan peningkatan produksi daging. Sehingga kondisi ini tidak membuat Kabupaten Probolinggo kekurangan stok daging sapi.Cara yang paling tepat dilakukan dalam rangka meningkatkan produksi daging adalah melalui Inseminasi Buatan (IB). Sebab jika program ini dilaksanakan dengan baik, maka perkembangbiakan sapi bisa dipercepat.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Probolinggo Endang Sri Wahyuni mengungkapkan, program IB ini bertujuan agar semua ternak betina produktif dapat dilayani IB dan dapat melahirkan serta memperpendek jarak kelahiran 12-14 bulan (satu tahun satu kelahiran).
“Selain itu, menurunkan angka kegagalan bunting minimal 10% melalui pengobatan gangguan reproduksi, meningkatkan nilai harga jual ternak, meningkatkan populasi dan produktifitas ternak serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.
Perempuan kelahiran Surabaya, 4 Juli 1959 ini menegaskan, petugas IB memberikan pelayanan secara prima, mendata potensi populasi ternak dan akseptor di wilayahnya. Juga melakukan perekaman dan pelaporan (recording and reporting) secara kontinyu dan berkelanjutan, memberikan pembinaan dan bimbingan kepada peternak serta melindungi peternak sesuai Misi Inseminator.
“Petugas IB juga memberikan pelayanan plus seperti pembinaan manajemen pemeliharaan, mendeteksi birahi dengan cermat, melakukan inseminasi tepat waktu, melakukan pemeriksaan kebuntingan, penanganan gangguan reproduksi, membantu kelahiran dan memberi tips cara perawatan pedet,” pungkasnya. (wan/abh)


COMMENTS