Penulis : Dimaz Bromo FM Senin, 23/11/2015 KRAKSAAN - Pelajar salah satu SMK di Kota Kraksaan kritis karena diduga over dosis (OD)...
Penulis : Dimaz Bromo FM
Senin, 23/11/2015
KRAKSAAN - Pelajar salah satu SMK di Kota Kraksaan kritis karena diduga over dosis (OD) minuman keras (miras) oplosan. Karena OD miras oplosan ratusan pil dextro, dai terpaksa harus dirawat intensif di RSUD Waluyo Jati Kota Kraksaan.Dari pengamatan di lapangan, dua pelajar yang dimaksud adalah adalah Taufiq dan Anang, yang sama-sama berasal dari Kecamatan Paiton. Perisitiwa itu terjadi sekitar pukul 17.00. Dimana mereka sedang melakukan pesta miras yang dioplos dengan pil koplo di depan TK Bhayangkari Kota Kraksaan atau timurnya GOR Sasana Krida Kota Kraksaan.
Tidak lama berselang dari pesta miras oplosan tersebut, dua pelajar itu pun tiba-tiba langsung pingsan. Sontak, kejadian itu membuat warga yang mengetahui itu panik dan langsung menghampirinya. Kebetulan, tidak jauh dari lokasi itu ada rekan korban dan sejumlah warga sekitar. ”Tidak tahu kenapa, tiba-tiba langsung jatuh pingsan di tepi jalan, seperti habis mabuk,” kata Yanuar, warga setempat yang ikut mengantar korban ke rumah sakit.
Saksi lain yang enggan disebutkan namanya membenarkan adanya peristiwa dua pelajar yang tiba-tiba pingsan setelah pesta miras seusai pulang sekolah. Terbukti, mereka masih mengenakan seragam sekolah pramuka. “Dari seragamnya, itu siswa SMK di Kraksaan mas,” ungkapnya.
Sementara dr Dana, selaku dokter umum IGD RSUD Waluyo Jati Kraksaan, saat ditemui membenarkan adanya pasien bernama Taufiqurahman yang masuk IGD sekitar pukul 17.45, Jumat (20/11) lalu. Sesuai catatan di IGD, pasien itu diduga keracunan minuman beralkohol. Setelah mendapatkan penanganan di IGD dan hasilnya membaik. Akhirnya, pasien Taufiq itu dirawat di ruang Bougenvile.
“Dari catatan kami disini, pasien saat ini dirawat di ruang Bougenvile. Silahkan dicek langsung saja, apakah masih dirawat atau sudah pulang,” katanya, Senin (23/11) siang.
Sementara Kapolsek Kraksaan Kompol Subadar saat dikonfirmasi mengaku tidak mengetahui adanya kejadian pelajar over dosis (OD) akibat miras oplosan. ”Kami belum dapat laporan itu mas. Biar nanti anggota saya tak suruh mengecek,” ujarnya. (maz/abh)


COMMENTS