Penulis : Dimaz Bromo FM Jum'at, 13/11/2015 SUKAPURA - Dari data pengamatan Pusat Vulkanologi Mitigasi dan Bencana Geologi (PV...
Penulis : Dimaz Bromo FM
Jum'at, 13/11/2015
SUKAPURA - Dari data pengamatan Pusat Vulkanologi Mitigasi dan Bencana Geologi (PVMBG) Pos Pantau Gunung Bromo di Dusun Cemoro Lawang Desa Ngadisasi Kecamatan Sukapura, Jum’at (13/11) pagi, aktivitas gunung Bromo mengalami peningkatan dan berada pada level waspada.
Data Seismograph menunjukkan, gempa tremor menerus dengan amplitudo maksimal kisaran 0,5 sampai 3 mm terus terjadi. Bahkan suara gemuruh dari magma kawah Bromo sempat terdengar sampai perkampungan warga di Dusun Cemoro Lawang dengan jarak sekitar 5 kilometer.
Hanya saja yang membuat pihak Pos Pantau Gunung Bromo selalu waspada, salah satu gunung tereksotik dari tiga gunung di dunia ini mempunyai karakter aktivitas letusan yang sulit ditebak.
Dari pengalaman tahun 2004 lalu, sempat terjadi letusan selama 20 menit dan sebelumnya tidak ada tanda-tanda peningkatan ativitas. Akibatnya, pada saat banyak pengunjung di sekitar kawah, Bromo tiba-tiba meletus dan mengakibatkan dua pengunjung tewas terkena material vulkanik.
Subhan, petugas pos pantau Gunung Bromo, warga yang bermukim paling dekat dengan Gunung Bromo di Dusun Cemoro Lawang sempat panik dengan naiknya aktivitas Bromo. Namun sejauh ini aktivitas warga masih tetap berjalan seperti biasa.
“Memang mengalami kenaikan dalam status siaga menjadi waspada. Kami menghimbau untuk para pengunjung untuk berwaspada dan sementara tidak mendekat ke kawah Gunung Bromo,” ujarnya.
Sementara Misyati, salah satu warga Dusun Cemoro Lawang mengaku pasrah jika Gunung Bromo sewaktu-waktu meletus, karena menurutnya memiliki siklus 5 tahunan. “Gimana lagi, wong ini sudah menjadi siklus tahunan. Kami terima saja jika sewaktu-waktu Gunung Bromo meletus. Semoga kami tetap diberikan keselamatan,” katanya.
Sesuai dari data visual, asap putih kelabu masih keluar dari kawah Gunung Bromo dengan ketinggian kisaran 100 sampai 150 meter mengarah ke barat daya. Bahkan, bau belerang juga sangat menyengat di sekitar kawah. Memasuki musim penghujan ini, di sekitar Gunung Bromo sering turun hujan dan kabut tebal.
Karena ada kenaikan level ke waspada ini, warga dan pengunjung dihimbau untuk tidak mendekat ke kawah Gunung Bromo dengan radius 1 kilometer. Selain itu untuk menghindari menghirup belerang dan terkena debu vulkanik, pengunjung wajib mengenakan masker dan kacamata. (maz/abh)


COMMENTS