Penulis : Wawan Bromo FM Rabu, 25/11/2015 SUKAPURA - Sebagai upaya peningkatan dan pengembangan usaha koperasi pondok pesantren (kopp...
Penulis : Wawan Bromo FM
Rabu, 25/11/2015
Kegiatan ini diikuti oleh 25 gerakan koppontren yang mempunyai usaha ritel di Kabupaten Probolinggo. Mereka mendapatkan materi dari LPP-SBC Sidogiri, DPC Akrindo Kabupaten Probolinggo Dekopinda Kabupaten Probolinggo.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Probolinggo Santiyono melalui Kepala Bidang Bina Usaha Koperasi Eduard Nahumury mengungkapkan kegiatan ini digelar dengan tujuan menyatukan persepsi dalam rangka pengembangan usaha ritel koppontren serta meningkatkan pengetahuan SDM pengelola koperasi di bidang perdagangan/ritel koppontren.
“Selain itu meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang standart kompetensi kerja pengelolaan ritel koppontren serta memaksimalkan hasil pelaksanaan kegiatan standart kompetensi kerja pengelolaan ritel koppontren,” ungkapnya.
Menurut Edo, dalam tumbuh dan berkembangnya koperasi, pengelolaan koperasi ritel koppontren dituntut untuk semakin profesional, baik dalam menyikapi persaingan usaha, pelayanan kepada konsumen dan pemahaman terhadap peraturan perundang-undangan yang diberlakukan terhadap pengelolaan koperasi maupun tuntutan pelayanan terhadap kebutuhan para anggota koperasi selaku pemilik modal.
“Mayoritas toko ritel milik koperasi memiliki keterbatasan dari aspek luas toko, varian barang, manajemen usaha, kompetensi SDM maupun kapasitas secara kelembagaan. Pemerintah berusaha meningkatkan kemampuan mereka agar lebih mampu bersaing dalam melayani konsumennya, tidak hanya bagi anggota koperasi, tetapi juga melayani seluruh masyarakat secara umum,” pungkasnya.
Dalam kesempatan tersebut para gerakan koppontren mendapatkan materi tentang manajemen koppontren, pengelolaan ritel di koppontren, sukses story, pengelolaan koperasi syariah dan jaringan usaha koperasi yang dikerjasamakan antara pondok pesantren dengan pihak luar. (wan/abh)


COMMENTS