Penulis : Wawan Bromo FM Rabu, 04/11/2015 DRINGU - Dalam rangka mewujudkan jaminan mutu produksi perikanan, Dinas Perikanan dan K...
Penulis : Wawan Bromo FM
Rabu, 04/11/2015
DRINGU - Dalam rangka mewujudkan jaminan mutu produksi perikanan, Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskanla) Kabupaten Probolinggo memberikan sosialisasi program nasional monitoring residu, Selasa (3/11).Kegiatan yang dibuka oleh Kepala Diskanla Kabupaten Probolinggo Dedy Isfandi ini diikuti oleh 24 pembudidaya yang terdiri dari 7 petambak intensif, 5 petambak tradisional dan 12 pembudidaya lele.
Kepala Diskanla Kabupaten Probolinggo Dedy Isfandi mengatakan potensi perikanan budidaya yang cukup besar merupakan peluang untuk dapat memproduksi ikan hasil budidaya sebanyak-banyaknya dengan kualitas yang baik serta aman dikonsumsi. Salah satu upaya untuk menjamin mutu dan keamanan hasil perikanan dilakukan dengan mengendalikan residu.
“Residu merupakan dampak dari penggunaan Obat Ikan dan Bahan Kimia (OIK) dalam proses pembudidayaan ikan serta dampak dari adanya kontaminasi lingkungan budidaya. Tingginya permintaan ikan hasil budidaya baik untuk ekspor maupun kunsumsi lokal memberikan tekanan bagi pembudidaya untuk meningkatkan produksinya,” ungkapnya.
Sementara Kepala Bidang Budidaya Perikanan Diskanla Kabupaten Probolinggo Hari Pur Sulistiono mengungkapkan kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan tentang pengaruh residu Obat Ikan Kimia dan Biologi pada daging ikan bagi kesehatan manusia. Disamping memberikan pengetahuan tentang pentingnya monitoring residu yang dilakukan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan RI.
“Melalui kegiatan ini diharapkan para pembudidaya lebih peduli untuk menjaga mutu hasil budidaya sehingga aman untuk dikonsumsi. Saat ini orientasi konsumen terutama untuk bahan pangan cenderung memilih barang baik dan aman,” harapnya. (wan/abh)


COMMENTS