Penulis : Wawan Bromo FM Selasa, 10/11/2015 GENDING – SMAN 1 Gending Kabupaten Probolinggo, Sabtu (7/11) malam lalu kedatangan tim ...
Penulis : Wawan Bromo FM
Selasa, 10/11/2015
Kedatangan mereka disambut oleh Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Probolinggo Tutug Edi Utomo, Kepala Bidang Tata Lingkungan dan Kelembagaan BLH Kabupaten Probolinggo Isdarwanto, Kepala Cabang Dispendik Gending Abdul Ghafur, Kepala SMAN 1 Gending Adin Budi Satriyo serta para guru dan ratusan siswa.
Begitu tiba di SMAN 1 Gending, tim verifikasi disambut hadrah dan tari selamat datang sekaligus penyampaian profil sekolah. Mereka melihat kondisi yang ada di SMAN 1 Gending hingga pukul 23.00 WIB.
Dalam kesempatan tersebut, tim melihat tanaman toga serta pemanfaatan bekas air wudhu yang disaring dipenampungan hingga bisa dimanfaatkan untuk menyiram tanaman toga. Kemudian mereka menuju green house untuk melihat proses pembibitan yang diteruskan pada rumah kompos.
Selanjutnya mereka menuju taman dan melihat kreativitas siswa membuat tempat sepatu memanfaatkan bambu bekas penyangga bangunan. “ Kreativitas ini belum pernah kami lihat di tempat lain di Indonesia,” ujar Windarti, salah satu tim verifikasi.
Tidak hanya itu, tim juga melihat bank sampah yang ada di SMAN 1 Gending dan mengapresiasi karya siswa dalam pembuatan polybag dari bahan baku sekam serta pembuatan sumur resapan.
Usai berkeliling lingkungan sekolah, tim memeriksa berkas-berkas yang sudah dikirim. Agar tidak jenuh, mereka dihibur paduan suara yang dibawakan oleh guru dan siswa SMAN 1 Gending.
Kepala Bidang Pendidikan Menengah Dispendik Kabupaten Probolinggo Fathur Rosi menyampaikan ucapan terima kasih atas kedatangan tim verifikasi Adiwiyata nasional. “Mohon yang tidak baik cukup disini dan diperbaiki disini. Sementara yang baik disampaikan ke kementerian dengan harapan SMAN 1 Gending bisa dijadikan sekolah Adiwiyata nasional,” ungkapnya.
Sementara Kepala SMAN 1 Gending Adin Budi Satriyo mengungkapkan bahwa sekolah Adiwiyata nasional ini bukanlah tujuan utama, tetapi bagaimana keluarga sekolah bisa menerapkan sekolah yang berbudaya lingkungan. “Jika mendapatkan penghargaan sebagai sekolah Adiwiyata, itu merupakan bagian dari proses yang kami lakukan selama ini dalam rangka menciptakan sekolah berbudaya lingkungan,” katanya. (wan/abh)


COMMENTS