Penulis : Dimaz Bromo FM Selasa, 24/11/2015 KRAKSAAN - Ketelitian dan kreatifitasnya, mengantarkan Ryan Andrian menduduki peringkat...
Penulis : Dimaz Bromo FM
Selasa, 24/11/2015
LKS se-Jatim ini merupakan salah satu ajang kompetisi yang diadakan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur untuk tingkat SMK. Ada berbagai macam lomba yang disediakan oleh panitia. Hanya saja, Ryan yang mewakili SMK dari Kabupaten Probolinggo mengikuti lomba Cadd Building atau lomba merancang sebuah gedung.
Dalam penyampaian Ryan, dalam lomba itu sungguh di luar ekpektasinya. Sebab soal yang dibagikan panitia sungguh berbeda dengan soal pada tahun-tahun sebelumnya. Perbedaan tersebut terletak pada pengerjaan rumah yang berada di dataran kontur tanah yang tidak rata.
Sebab pada soal tersebut, panitia memberi clue kepada seluruh peserta untuk mendesain rumah makan dengan menyajikan Chines Food di daerah Pegunungan. “Karena kontur tanah yang tidak merata ini yang membuat sulit, sebab tahun-tahun sebelumnya dalam soal hanya mengerjakan dan mendesain rumah dengan dataran tanah yang rata,” katanya.
Siswa yang berasal dari Desa Sidodadi Kecamatan Paiton ini mengungkapkan meski belum pernah mengerjakan soal seperti itu, ia tetap terus berusaha agar sesuai target yang sudah ditentukan.
Menurut Ryan, dalam lomba tiga hari di Malang tersebut tidak ada waktu tenang. Sebab di hari pertama dan kedua, ia ditugaskan mengerjakan desain atau gambar kerja rumah makan dengan cara dua dimensi. “Dari pukul 08.00 sampai jam 5 sore,” ujarnya.
Di hari ketiga Ryan melanjutkan pekerjaan di hari sebelumnya. Hanya saja dari gambar kerja tersebut dibuat dalam bentu 3 dimensi. “Kesulitannya ya saat mengerjakan di bagian kontur tanah. Karena memang pengalaman yang baru bagi saya,” katanya.
Karena detail dan kerapian pengerjaan dan konsep yang bagus, akhirnya Ryan berhasil menjadi juara ketiga mengalahkan 35 peserta lainya yang berasal dari Jawa Timur. “Alhamdulillah dapat medali, piagam dan uang pembinaan,” ujarnya.
Meski sudah juara ke tiga, namun pembimbing Ryan yakni Lucky Hendra Saputra belum sepenuhnya puas terhadap prestasi anak didiknya tersebut. Pasalnya, dari hasil portofolio yang dikumpulkan ke panitia sudah jelas perbedaannya.
“Ryan ini layak juara 1, bukan juara tiga. Nah dengan seperti ini jelas ada yang bermain. Untuk itu, harapan kami setelah evaluasi nanti juri yang setiap tahun dengan orang yang sama seharusnya sudah berubah,” tandasnya.
Sementara Kepala SMKN 2 Kota Kraksaan Saeri mengatakan atas prestasi yang diukir anak didiknya tersebut, Ryan mendapatkan beasiswa dari sekolah. “Kami bebaskan biaya sekolah Ryan berupa pembebasan SPP dan segala bentuk iuran hingga lulus,” katanya. (maz/abh)


COMMENTS