Penulis : Dimaz Bromo FM Minggu, 29/11/2015 KRAKSAAN – Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kabupaten Probolinggo terus di...
Penulis : Dimaz Bromo FM
Minggu, 29/11/2015
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya Kabupaten Probolinggo Prijono mengungkapkan dalam proyek pembangunan RTLH di seluruh Kabupaten Probolinggo ada tiga tahapan pembangunan.“Untuk tahap pertama sudah kami kerjakan,” ujarnya.
Sejauh ini, Pemkab Probolinggo melalui Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya sudah membangun 700 unit rumah dari 1.000 RTLH yang ditargetkan. Dari jumlah tersebut, 400 unit RTLH rampung dibangun atau 100 persen. Sedangkan 300 unit rumah lainnya sampai sekarang masih 50 persen. “Alhamdulillah, yang 100 persen sekitar 400 unit, yang 50 persen sekitar 300 unit,” jelasnya.
Meski masih baru mulai, Prijono optimis pengerjaan 300 unit RTLH yang masih dalam tahap pembangunan tersebut selesai dengan batas waktu yang ditentukan. “Sesuai dengan tahun anggaran, Desember mendatang RTLH ini sudah selesai,” terangnya.
Dalam pembangunan RTLH, Pemkab Probolinggo pada tahun 2015 ini mengalokasikan anggaran RTLH sebesar Rp 7,5 miliar. Atau masing-masing rumah dianggarkan Rp 7,5 juta. Namun pada tahun 2016 mendatang, untuk RTLH akan dialokasikan senilai Rp 8,5 juta setiap unit rumah. “Kami tambah Rp 1 juta setiap unit,”tambahnya.
Prijono menambahkan untuk pengurangan RTLH di Kabupaten Probolinggo sendiri tidak hanya berasal dari APBD Kabupaten Probolinggo. Sebab program yang sama untuk mengentaskan rumah tidak layak huni tersebut ada dari Kementerian Pekerjaan Umum berupa pembangunan rumah rakyat.
“Alhamdulillah, kami juga ada sharing dana dari pemerintah pusat untuk pembangunan perumahan rakyat sebanyak 1.500 unit. Artinya bisa menambah pembangunan RTLH yang dicanangkan oleh Pemkab Probolinggo,” jelasnya.
Hingga saat ini, RTLH di Kabupaten Probolinggo masih tersisa 14 ribu unit. Karena minimnya anggaran, setiap tahun Pemkab Probolinggo hanya mampu membangun RTLH sebanyak 1.000 unit. (maz/abh)


COMMENTS