Penulis : Dimaz Bromo FM Senin, 02/11/2015 TONGAS - Pemkab Probolinggo memfasilitasi hasil produk UKM (Usaha Kecil dan Menengah) mela...
Penulis : Dimaz Bromo FM
Senin, 02/11/2015
Tongas adalah kecamatan paling barat, lokasinya berbatasan langsung dengan Kecamatan Nguling Kabupaten Pasuruan. Sekaligus merupakan pintu gerbang untuk memasuki Kabupaten Probolinggo dari arah barat. Tak salah jika Pemkab Probolinggo memilih Rest Area Tongas untuk terus dikembangkan. Termasuk mendirikan pusat oleh-oleh di kawasan tersebut.
Pusat oleh-oleh ini terbilang ramai pengunjung meski tempatnya tak terlalu menonjol. Di tempat tersebut hasil dari kerajinanan dan UKM Kabupaten Probolinggo dipajang. Mulai dari batik khas Kabupaten Probolinggo dengan berbagai macam motif, hasil kerajinan dari olahan bambu, snack lokal, sirup, hingga produk alam seperti bunga edelwise.
“Tapi yang paling dicari dan laris terjual adalah sirup pokak,” kata seorang penjaga outlet Dekranasda di Rest Area Tongas, Rima Setya Pamularsih.
Banyaknya pencari sirup pokak itu lantaran pengunjung yang berasal dari luar Kabupaten Probolinggo itu tertarik karena penasaran dengan rasanya. Keingintahuan itu muncul karena sirup tersebut mendapat porsi promosi cukup menonjol oleh Pemkab Probolinggo.
“Selain Sirup Pokak, keripik bawang Dringu juga diburu. Maklum, dua produk itu jarang ada kecuali di Kabupaten Probolinggo,” katanya.
Namun yang membikin outlet itu kurang menonjol adalah karena stok barang yang dipajang sangat terbatas. Hal ini juga diakui Rima. “Memang barang ada yang seperti itu, kami sendiri berharap ada penambahan produk. Sehingga ketika orang cari suatu produk yang mereka inginkan, barang tersebut sudah tersedia,” ungkapnya.
Sementara Kepala Disperindag (Dinas Perindustrian dan Perdagangan) Kabupaten Probolinggo M Sidik Widjanarko mengungkapkan, pihaknya terus berinovasi dan memperbaiki pelayanan yang ada di pusat oleh-oleh tersebut.
“Sejauh ini produk yang ada, tidak semuanya masuk ke situ. Tapi ke depan tentu kami akan tambah sesuai dengan permintaan pasar tanpa mengabaikan produk asli Kabupaten Probolinggo,” katanya.
Terkait hasil penjualan barang, Disperindag menerapkan pola khusus. Sebelum laku, semua barang dari UKM sudah dibayar separuh dari harga jual lebih dulu oleh Disperindag kepada produsen UKM lokal tersebut. “Dibayar separo di awal, sisanya setelah barang laku. Ya hitung-hitung sebagai tambahan modal untuk para pelaku UKM,” jelasnya.
Selain itu, Pemkab merencanakan Rest Area Tongas ini akan menjadi lokasi transit angkutan wisata yang akan menuju Gunung Bromo. “Itu sebagai upaya untuk meramaikan tempat itu. Saat transit, diharapkan wisatawan menyempatkan diri berkunjung ke pusat oleh-oleh,” pungkasnya. (maz/abh)


COMMENTS