Penulis : Dimaz Bromo FM Jumat, 06/11/2015 KRAKSAAN - Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Probolinggo menyiapkan lima lokasi untuk keg...
Penulis : Dimaz Bromo FM
Jumat, 06/11/2015
KRAKSAAN - Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Probolinggo menyiapkan lima lokasi untuk kegiatan Uji Kompetensi Guru (UKG). Lokasi-lokasi tersebut telah dinyatakan lolos oleh Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) yang menggelar survei lapangan beberapa waktu lalu.
Lima lokasi tersebut yakni SMKN 1 Kraksaan, SMKN 2 Kraksaan, Yayasan Nurur Rohmah Kraksaan, SMK Syekh Abdul Qodir Al Jailani (Saqo) dan SMA Nurul Jadid Paiton. “Setelah dicek LPMP, lima lokasi ini yang dipilih,” kata Kabid Tenaga Kependidikan Dispendik Kabupaten Probolinggo Edy Karyawan.
Sejauh ini Edy mengaku belum tahu kapan UKG akan diselenggarakan UKG tersebut. Peserta UKG adalah para guru sertifikasi serta guru yang telah mengantongi NUPTK (Nomor Unik Pendidik Tenaga Kependidikan) dan Nomor Registrasi ID. “Guru sertifikasi sebanyak 4.115 orang. Peserta UKG selain guru sertifikasi jumlahnya masih proses penghitungan. Semuanya wajib ikut,” jelasnya.
UKG itu rencananya akan dilakukan secara online. UKG pertama sudah dilakukan pada 2012 dengan metode online dan offline. Saat itu rata-rata nilai yang didapat para guru adalah 4,7. Tapi, ada juga yang mendapat nilai nol. “UKG mendatang ini digelar untuk menentukan grade dari para guru bersertifikasi,” terangnya.
Pengelompokan guru sesuai dari nilai UKG ini dilakukan karena pemerintah akan menyesuaikan hasilnya dengan RPJMN (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional) di sektor guru. Pemerintah pusat rencananya akan memilih guru yang memang layak untuk mendapatkan dana sertifikasi.
“Tidak mungkin pemerintah secara terus menerus memberikan dana sertifikasi tanpa adanya peningkatan kompetensi guru. Pemerintah sudah memberikan kesejahteraan pada guru. Dengan UKG ini pemerintah juga berharap ada timbal balik dari para guru yang diberikan pada perkembangan pendidikan,” tegasnya.
Edy berharap guru yang sudah memenuhi syarat untuk mengikuti UKG mempersiapkan diri. Sehingga tidak mengalami kesulitan saat mengikuti UKG. “Jangan sampai mendapatkan nilai seperti saat pelaksanaan UKG beberapa tahun lalu,” pungkasnya. (maz/abh)
Jumat, 06/11/2015
KRAKSAAN - Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Probolinggo menyiapkan lima lokasi untuk kegiatan Uji Kompetensi Guru (UKG). Lokasi-lokasi tersebut telah dinyatakan lolos oleh Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) yang menggelar survei lapangan beberapa waktu lalu. Lima lokasi tersebut yakni SMKN 1 Kraksaan, SMKN 2 Kraksaan, Yayasan Nurur Rohmah Kraksaan, SMK Syekh Abdul Qodir Al Jailani (Saqo) dan SMA Nurul Jadid Paiton. “Setelah dicek LPMP, lima lokasi ini yang dipilih,” kata Kabid Tenaga Kependidikan Dispendik Kabupaten Probolinggo Edy Karyawan.
Sejauh ini Edy mengaku belum tahu kapan UKG akan diselenggarakan UKG tersebut. Peserta UKG adalah para guru sertifikasi serta guru yang telah mengantongi NUPTK (Nomor Unik Pendidik Tenaga Kependidikan) dan Nomor Registrasi ID. “Guru sertifikasi sebanyak 4.115 orang. Peserta UKG selain guru sertifikasi jumlahnya masih proses penghitungan. Semuanya wajib ikut,” jelasnya.
UKG itu rencananya akan dilakukan secara online. UKG pertama sudah dilakukan pada 2012 dengan metode online dan offline. Saat itu rata-rata nilai yang didapat para guru adalah 4,7. Tapi, ada juga yang mendapat nilai nol. “UKG mendatang ini digelar untuk menentukan grade dari para guru bersertifikasi,” terangnya.
Pengelompokan guru sesuai dari nilai UKG ini dilakukan karena pemerintah akan menyesuaikan hasilnya dengan RPJMN (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional) di sektor guru. Pemerintah pusat rencananya akan memilih guru yang memang layak untuk mendapatkan dana sertifikasi.
“Tidak mungkin pemerintah secara terus menerus memberikan dana sertifikasi tanpa adanya peningkatan kompetensi guru. Pemerintah sudah memberikan kesejahteraan pada guru. Dengan UKG ini pemerintah juga berharap ada timbal balik dari para guru yang diberikan pada perkembangan pendidikan,” tegasnya.
Edy berharap guru yang sudah memenuhi syarat untuk mengikuti UKG mempersiapkan diri. Sehingga tidak mengalami kesulitan saat mengikuti UKG. “Jangan sampai mendapatkan nilai seperti saat pelaksanaan UKG beberapa tahun lalu,” pungkasnya. (maz/abh)


COMMENTS