Penulis : Dimaz Bromo FM Minggu, 15/11/2015 TIRIS – Petugas kesehatan harus memberikan pelayanan kepada masyarakat sesuai dengan ko...
Penulis : Dimaz Bromo FM
Minggu, 15/11/2015
TIRIS – Petugas kesehatan harus memberikan pelayanan kepada masyarakat sesuai dengan kompetensi yang dimilikinya. Semua ini harus menjadi pegangan dan prinsip semua petugas kesehatan, terutama bidan. Sebab tugas seorang bidan adalah memberikan pelayanan secara optimal dan maksimal, khususnya yang berkaitan dengan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA).
Hal tersebut menjadi kunci dan pedoman Reta Widi Astuti dalam menjalani profesi sebagai bidan di Polindes Tulupari Kecamatan Tiris. “Bidan harus melaksanakan tugasnya dengan maksimal, terutama yang menyangkut KIA dan pelayanan KB untuk mewujudkan keluarga kecil, sehat dan sejahtera,” ungkap alumnus SDN Andungbiru Kecamatan Tiris ini.
Perempuan kelahiran Probolinggo, 29 April 1990 ini menjelaskan, dalam melayani kesehatan masyarakat, seorang bidan harus mengutamakan KIA dan KB. “Seorang bidan harus siap membantu dan mampu melaksanakan tugas dan fungsinya memberikan pelayanan kesehatan secara maksimal. Bidan bekerja tanpa mengenal batasan waktu, terlebih disaat masyarakat membutuhkan pertolongan,” ujar alumnus SMAN 1 Leces ini.
Anak pertama dari tiga bersaudara pasangan Sukowardono dan Susmiati ini menegaskan, agar masyarakat selalu mengkonsultasikan kesehatan para ibu hamil terutama pada proses persalinan maupun kesehatan bagi ibu dan bayinya.
“Setelah anak lahir, rajin-rajinlah datang ke Posyandu agar mendapatkan imunisasi lengkap untuk menjaga kekebalan tubuh bayi sehingga bisa tumbuh dengan sehat,” tegasnya.
Alumnus DIII Kebidanan Stikes Ken Dedes Malang ini meminta masyarakat agar selalu memeriksakan kesehatan ibu hamil mulai dari usia tiga bulan hingga sembilan bulan. Tujuannya untuk mendapat pelayanan kesehatan dan memudahkan proses persalinannya.
“Lakukan proses persalinan kepada tenaga medis kesehatan (bidan) demi kelancaran dan menghindari masalah kematian ibu dan bayi dimasa persalinan,” pungkasnya. (maz/abh)
Hal tersebut menjadi kunci dan pedoman Reta Widi Astuti dalam menjalani profesi sebagai bidan di Polindes Tulupari Kecamatan Tiris. “Bidan harus melaksanakan tugasnya dengan maksimal, terutama yang menyangkut KIA dan pelayanan KB untuk mewujudkan keluarga kecil, sehat dan sejahtera,” ungkap alumnus SDN Andungbiru Kecamatan Tiris ini.
Perempuan kelahiran Probolinggo, 29 April 1990 ini menjelaskan, dalam melayani kesehatan masyarakat, seorang bidan harus mengutamakan KIA dan KB. “Seorang bidan harus siap membantu dan mampu melaksanakan tugas dan fungsinya memberikan pelayanan kesehatan secara maksimal. Bidan bekerja tanpa mengenal batasan waktu, terlebih disaat masyarakat membutuhkan pertolongan,” ujar alumnus SMAN 1 Leces ini.
Anak pertama dari tiga bersaudara pasangan Sukowardono dan Susmiati ini menegaskan, agar masyarakat selalu mengkonsultasikan kesehatan para ibu hamil terutama pada proses persalinan maupun kesehatan bagi ibu dan bayinya.
“Setelah anak lahir, rajin-rajinlah datang ke Posyandu agar mendapatkan imunisasi lengkap untuk menjaga kekebalan tubuh bayi sehingga bisa tumbuh dengan sehat,” tegasnya.
Alumnus DIII Kebidanan Stikes Ken Dedes Malang ini meminta masyarakat agar selalu memeriksakan kesehatan ibu hamil mulai dari usia tiga bulan hingga sembilan bulan. Tujuannya untuk mendapat pelayanan kesehatan dan memudahkan proses persalinannya.
“Lakukan proses persalinan kepada tenaga medis kesehatan (bidan) demi kelancaran dan menghindari masalah kematian ibu dan bayi dimasa persalinan,” pungkasnya. (maz/abh)



COMMENTS