Penulis : Wawan Bromo FM Senin, 16/11/2015 PROBOLINGGO - Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE melakukan temu Kepala Des...
Penulis : Wawan Bromo FM
Senin, 16/11/2015
Kegiatan yang diikuti oleh Kepala Desa se-Kabupaten Probolinggo ini dihadiri oleh anggota Komisi VIII DPR RI Drs. H. Hasan Aminuddin, M.Si, Asisten Tata Praja Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo Ahmad Hasyim Ashari dan sejumlah Kepala SKPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo.
Dalam sambutannya Bupati Tantri mengungkapkan bahwa Bantuan Keuangan (BK) Provinsi Jawa Timur hasil loby dari Hasan Aminuddin diharapkan bisa bermanfaat bagi 79 desa di Kabupaten Probolinggo.
“Dana Rp 60 juta akan segera turun. Mohon digunakan dan dimanfaatkan untuk rakyat di desa saudara. Kebutuhan rakyat beragam, pilih program yang paling urgen untuk ditindaklanjuti. RPJMDes agar selaras dengan RPJMD Kabupaten Probolinggo. Oleh karena itu, Camat harus bisa memantau dan memberikan masukan kepada Kepala Desa supaya bisa disempurnakan bersama,” ungkapnya.
Menurut Bupati Tantri, untuk pengurangan angka kemiskinan, jangan ada sistem bagi roto untuk rakyat miskin. “Bekerjalah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Bila ada yang tidak tercover atau terdata, anggarkan melalui ADD (Alokasi Dana Desa),” jelasnya.
Bupati Tantri menegaskan bahwa Pemerintah Desa harus membuat program rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Dimana 1 tahun mampu merehab lebih dari 2 unit di desanya masing-masing. “Silahkan dana ADD sisihkan untuk anggaran rehabilitasi RTLH dan hidupkan budaya gotong royong,” tegasnya.
Terkait BK maupun ADD, Bupati Tantri meminta agar Kepala Desa betul-betul memahami juklak dan juknis serta syariat agama. “Kepala Desa yang baru, dalam bekerja apapun menuju kesempurnaan kita menuju pelayanan masyarakat, jangan menghitung hasilnya diawal. Tetapi bekerjalah dengan ikhlas untuk mengabdikan diri kepada masyarakat,” pungkasnya.
Sementara anggota Komisi VIII DPR RI Drs. H Hasan Aminuddin, M.Si mengatakan seluruh pelayan dihadapkan kepada dilema reformasi karena SDM maju tidak diikuti oleh keimanan. Dimana pelayan dihadapkan kepada sebagian masyarakat yang tidak puas. Padahal reformasi ini masih mencari sistem.
“Buatlah perencanaan yang memuaskan orang banyak, banggalah memakai simbul Garuda. Ketentuan hari ini beda dengan kemarin. Kebijakan yang cerdas adalah bisa mendengarkan orang banyak. Dengarkan dan beri contoh dengan perilaku,” ujarnya.
Mantan bupati Probolinggo ini meminta Kepala Desa agar tidak banyak berwacana. Kades harus bisa menyentuh para masyarakat lanjut usia (lansia) sebagai bentuk penghormatan kepada orang tua.
“Berdayakan para pemuda dengan cara mencarikan kegiatan olahraga yang digemari sesuai dengan kearifan lokal ataupun seni budaya lokal. Bagaimana supaya pemuda memiliki kesibukan sehingga tidak keluar dari desa dan mampu berperan aktif dalam kemajuan desanya,” pungkasnya. (wan/abh)


COMMENTS