Penulis : Wawan Bromo FM Selasa, 10/11/2015 KRAKSAAN – Peningkatan pelayanan kepada pemustaka (anggota perpustakaan) merupakan sa...
Penulis : Wawan Bromo FM
Selasa, 10/11/2015
KRAKSAAN – Peningkatan pelayanan kepada pemustaka (anggota perpustakaan) merupakan salah satu upaya yang terus dilakukan oleh Kantor Perpustakaan Umum Daerah (Perpusda) Kabupaten Probolinggo. Salah satunya dengan mulai menerapkan sistem RFID (Radio Frequency Identification).
“Penerapan RFID ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Oleh karenanya, kami akan membuat sebuah terobosan percepatan pelayanan yang selama ini menggunakan sistem barcode ke sistem RFID,” ujar pustakawan Kantor Perpusda Kabupaten Probolinggo Hesthiyono Suko Adhi.
Lelaki kelahiran Yogyakarta, 14 Pebruari 1978 ini menegaskan penerapan sistem RFID ini akan dilakukan secara bertahap, mulai dari persiapan sarana dan prasarana (sarpras) yang dibutuhkan hingga pembiayaan yang tidak murah. Saat ini sudah dalam tahap konversi data buku dari sistem barcode ke sistem RFID.
“Upaya ini dilakukan agar masyarakat yang ingin mencari dan meminjam buku di perpustakaan tidak membutuhkan waktu lama, terutama dalam mencari buku yang dibutuhkan. RFID mempercepat pencarian kode buku yang dibutuhkan, sehingga bisa lebih efektif dan efisien,” jelasnya.
Satu-satunya pustakawan di Jatim yang sudah tersertifikasi ini menerangkan, sistem RFID memungkinkan bagi pemustaka untuk melakukan transaksi peminjaman dan pengembalian buku secara mandiri.
“Nanti pemustaka tinggal ambil buku terus memasukkan chipsnya ke reader. Setelah itu akan terjadi transaksi sendiri, kemudian pemustaka mendapatkan print out yang berisi data buku yang dipinjam dan kapan dikembalikan,” tegasnya.
Melalui penerapan sistem RFID tersebut lelaki yang sudah lulus uji kompetensi pustakawan oleh Perpusnas RI ini berharap masyarakat akan senang karena tidak memerlukan waktu yang lama untuk mencari buku. “RFID ini merupakan salah satu pelayanan cepat berbasis teknologi untuk mengikuti perkembangan teknologi informasi,” harapnya. (wan/abh)
“Penerapan RFID ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Oleh karenanya, kami akan membuat sebuah terobosan percepatan pelayanan yang selama ini menggunakan sistem barcode ke sistem RFID,” ujar pustakawan Kantor Perpusda Kabupaten Probolinggo Hesthiyono Suko Adhi.
Lelaki kelahiran Yogyakarta, 14 Pebruari 1978 ini menegaskan penerapan sistem RFID ini akan dilakukan secara bertahap, mulai dari persiapan sarana dan prasarana (sarpras) yang dibutuhkan hingga pembiayaan yang tidak murah. Saat ini sudah dalam tahap konversi data buku dari sistem barcode ke sistem RFID.
“Upaya ini dilakukan agar masyarakat yang ingin mencari dan meminjam buku di perpustakaan tidak membutuhkan waktu lama, terutama dalam mencari buku yang dibutuhkan. RFID mempercepat pencarian kode buku yang dibutuhkan, sehingga bisa lebih efektif dan efisien,” jelasnya.
Satu-satunya pustakawan di Jatim yang sudah tersertifikasi ini menerangkan, sistem RFID memungkinkan bagi pemustaka untuk melakukan transaksi peminjaman dan pengembalian buku secara mandiri.
“Nanti pemustaka tinggal ambil buku terus memasukkan chipsnya ke reader. Setelah itu akan terjadi transaksi sendiri, kemudian pemustaka mendapatkan print out yang berisi data buku yang dipinjam dan kapan dikembalikan,” tegasnya.
Melalui penerapan sistem RFID tersebut lelaki yang sudah lulus uji kompetensi pustakawan oleh Perpusnas RI ini berharap masyarakat akan senang karena tidak memerlukan waktu yang lama untuk mencari buku. “RFID ini merupakan salah satu pelayanan cepat berbasis teknologi untuk mengikuti perkembangan teknologi informasi,” harapnya. (wan/abh)


COMMENTS